Cerita jemaah reguler asal Tegal berasa haji khusus saat di Tanah Suci
Seluruh jemaah haji Indonesia saat ini sudah berada di Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pada Sabtu, 15 Juni 2024 atau tanggal 9 Zulhijah 1445 H. Jemaah haji Indonesia tersebar di hotel-hotel di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy.

Elshinta.com - Seluruh jemaah haji Indonesia saat ini sudah berada di Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pada Sabtu, 15 Juni 2024 atau tanggal 9 Zulhijah 1445 H. Jemaah haji Indonesia tersebar di hotel-hotel di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy.
Salah satu jamaah asal Tegal, Kaselin (55) mengaku puas dengan layanan yang diberikan Kementerian Agama pada penyelenggaraan haji tahun ini, baik dari sisi akomodasi, transportasi, maupun komsumsi.
"Makananannya juga sudah alhamdulillah tiga kali dalam satu hari. Menunya juga cukup bagus, mulai dari gizi dan protein, dan juga ada buahnya," ujar Kaselin saat ditemui di Hotel Mufti Al Siddiqi, Selasa (11/6/2024).
Selain itu kata Kaselin, dirinya bersama rombongan lainnya bisa menunaikan ibadahnya dengan nyaman saat ini beribadah ke Masjidil Haram dengan menggunakan layanan Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam.
Hal senada juga diutarakan salah satu jamaah haji lainnya yaitu Zahro Ahmad yang juga merasakan layanan memuaskan selama di Tanah Suci.
"Alhamdulillah dari pertama datang di Madinah, di airport Madinah itu sambutannya luar biasa. Terus kita langsung dari airport langsung masuk ke bus," ujar Zahro seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Yuniar Kustanto, Jumat (14/6).
Dia juga mengapresiasi penginapan hotel yang disiapkan di Madinah. Karena, menurut dia, jarak hotel jamaah dengan Masjid Nabawi sangat dekat.
"Untuk penghinapan di Madinah, Alhamdulillah penginapannya Masya Allah bagus. Terus untuk makanannya Alhamdulillah bagus. Terus buahnya juga dapet. Untuk jaraknya Alhamdulillah jaraknya dekat," kata Zahro.
"Ini regular tapi terasa plus. Mudah mudahan bisa ditingkatkan. Jadi hampir semua jamaah itu merasa nyaman," pungkasnya.
Rombongan jamaah asal Tegal ini dipimpin oleh Habib Ali Zaenal Abidin yang selama bertahun-tahun melayani duyufurrahman (para tamu Allah).
Habib Ali merasakan perbaikan yang dilakukan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam penyelenggaraan haji beberapa tahun belakangan ini.
"Memang semua jamaah merasakan untuk pelayanan haji tahun ini itu banyak perbaikan," kata Habib Ali.
Saat di Madinah contohnya, jamaahnya hanya membutuhkan beberapa menit untuk pergi beribadah dan berziarah ke Masjid Nabawi. Di Kota Nabi ini, jamaahnya pun akhirnya bisa menjalankan sholat Arba'in dengan sempurna.
"Untuk mengejar 40 waktu itu saya kira jamaah tidak ada kesulitan. Dan hampir semua kami merasakan bahwa pelayanan termasuk lift dan sebagainya itu juga jamaah merasa nyaman. Karena memang untuk jemaaj haji Indonesia yang tinggal di Madinah itu memang hotel kelihatannya dikhususkan," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, dia berterimakasih kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang terus melakukan evaluasi untuk membuat jemaah Indonesia merasa nyaman dan aman dalam menunaikan ibadah haji.
Habib Ali juga mengimbau kepada jemaah jelang puncak haji untuk mengikuti imbauan dan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kesehatan juga harus kita jaga dengan baik. Jadi lebih mengarah untuk fokus persiapan wukuf di Armuzna," tandasnya.