Top
Begin typing your search above and press return to search.

Petugas gabungan berhasil temukan korban terseret arus Sungai Comal

Sebelumnya, petugas dari SAR menerima berita adanya salah seorang yang sedang mancing menghilang, kejadian di ketahui pada Rabu tanggal 12 Juni 2024 sekira pukul 15.00 WIB, korban berangkat menuju ke Sungai Comal dengan mengenakan kaos dan celana panjang serta membawa  peralatan memancing

Petugas gabungan berhasil temukan korban terseret arus Sungai Comal
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Pemalang, bersama dengan para relawan Kemanusiaan USS Basarnas, Polsek Belik, Koramil belik,TNI AL, Kecamatan Belik, Pemdes Kalisaleh, PMI Pemalang, Pemalang Rescue, ORARI Lokal Pemalang, Randu Jajar Rescue, Pemalang Mountain Rescue, Satkom PP, WRC, MRC, Rainbow Rafting Moga, MDMC, Sabhawana Belik serta Neo berkolaborasi dalam melakukan pencarian korban tenggelam di aliran Sungai Comal Kabupaten Pemalang.

Sebelumnya, petugas dari SAR menerima berita adanya salah seorang yang sedang mancing menghilang, kejadian di ketahui pada Rabu tanggal 12 Juni 2024 sekira pukul 15.00 WIB, korban berangkat menuju ke Sungai Comal dengan mengenakan kaos dan celana panjang serta membawa peralatan memancing, diketahui korban bernama Rohim (68) warga Desa Kalisaleh RT 07/01, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

Setelah mendapat informasi tersebut para petugas SAR langsung turun ke lapangan guna melakukan pencarian, karena kondisi sudah malam dan cuaca tidak bersahabat para petugas memberhentikan sementara pencarian di hari pertama dan dilanjutkan pencarian di hari ke duanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang beserta USS Basarnas dan Team Relawan kembali memutuskan untuk menghentikan sementara proses pencarian korban di hari ke 2 dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi pencarian.

"Sementara ini di hari kedua pencarian korban kita hentikan dulu sementara karna bisa di lihat cuaca yang hujan dan tidak bersahabat, kita tetap akan melakukan pencarian kalo cuaca sudah bersahabat kembali karna kita juga harus tetap menjaga keselamatan para pencari korban" jelas Handika dari Basarnas Pemalang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (14/6).

Sementara itu dari Relawan Randu Jajar Pemalang Santo mengatakan, "kita Membentuk dan membagi menjadi 2 SRU dalam pencarian ini, SRU 1 Tim Turun susur Sungai Comal di titik awal sampai ke Jembatan Sungai Comal Perbatasan Randudongkal dan SRU 2 turun susur bawah jembatan Sungai Comal Perbatasan Randudongkal sampai jembatan Simpur Sikasur Belik".

Petugas BPBD Kabupaten pemalang bersama dengan para relawan dan team gabungan dari TNI, Polri, PMI, dan Basarnas Pemalang masih melakukan pencarian korban yang di duga tenggelam di aliran sungai comal pagi di hari ketiga pencairan ini.

pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat segera menemukan dan menyelamatkan korban. petugas juga menerjunkan perahu karet untuk menyisir aliran sungai serta memperluas area pencarian hingga ke hilir sungai

Dan di hari ketiga pencarian ini petugas gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sejauh 26KM dari titik awal korban menghilang di Sungai Comal. Korban berhasil dievakuasi oleh team SAR gabungan di Sungai Pabuaran Bantar Bolang, Pemalang dan langsung dilarikan ke RSUD Dr. M. Ashari Pemalang guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut oleh pihak RS (otopsi), sementara itu perwakilan keluarga menunggu di luar kamar jenazah.

Setelah dilakukan pemeriksaan korban oleh pihak rumahbsakit, korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire