Berdayakan mustahik, BAZNAS RI resmikan balai ternak di Kabupaten Subang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program Balai Ternak Kelompok Budak Angon Sahate di Desa Belendung, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/6/2024).

Elshinta.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan program Balai Ternak Kelompok Budak Angon Sahate di Desa Belendung, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/6/2024).
Hadir dalam acara peresmian tersebut, Pimpinan BAZNAS Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol (Purn) Drs. Nur Chamdani, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ali Kosim M. Ag, Ketua BAZNAS Kabupaten Subang DR. H. Musyfiq Amrullah beserta jajaran, Bupati Subang, Asda I Setda Kabupaten Subang, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Camat Cibogo, dan Kepala Desa Belendung Kecamatan Cibogo.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol (Purn) Drs. Nur Chamdani, menyampaikan program di Kabupaten Subang ini merupakan program ke-32 dari total 39 program Balai Ternak di seluruh Indonesia yang ditargetkan selama 2024.
"Alhamdulillah untuk Balai Ternak Kelompok Budak Angon Sahate ini merupakan program ke-32 dari 39 program Balai Ternak BAZNAS di seluruh Indonesia yang membudidayakan ternak sapi potong, sapi perah, domba, kambing, dan unggas. Balai ternak ini diharapkan bisa meminimalisir angka kemiskinan," kata Nur Chamdani.
Dia menjelaskan, pemilihan Kabupaten Subang sebagai salah satu daerah tempat pelaksanaan program Balai Ternak BAZNAS telah melalui proses pendataan dan assesment yang ketat dari BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Katanya, hal ini sebagai wujud keseriusan BAZNAS dalam menyukseskan program tersebut.
"Memang BAZNAS Jawa Barat ini merupakan BAZNAS Provinsi terbaik dari seluruh Indonesia dan tentu pemilihan kabupaten Subang ini juga melalui pendataan dan assesment yang ketat sehingga BAZNAS Kabupaten Subang ini lah yang terpilih untuk menjalankan program Balai Ternak BAZNAS," jelasnya.
BAZNAS RI, lanjut Chamdani, memiliki beberapa program yang meliputi program kesehatan, program pendidikan, progam dakwah, program ekonomi, dan program kemanusian. Semua program tersebut dapat berjalan jika zakat, infak, dan sedekah betul-betul dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat.
"Jadi kita memang punya beberapa program, yang pertama program konsumtif, itu memang untuk orang-orang yang sudah tidak bisa bekerja. Tapi juga ada program yang produktif seperti ini, program pendayagunaan untuk para peternak yang mustahik," terangnya.
"BAZNAS RI bersama dengan BAZNAS Kabupaten Subang mengalokasikan anggaran sebesar Rp594.154.500,00, meliputi anggaran dari BAZNAS RI sebesar Rp544.099.000,00 dan BAZNAS Kabupaten Subang sebesar Rp50.055.000. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat," tambahnya.
Nur Chamdani mengajak masyarakat untuk tidak ragu menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Dia menegaskan, BAZNAS merupakan lembaga resmi yang telah diamanahi oleh negara melalui undang-undang untuk mengelola dana ZIS masyarakat.
"Jadi jangan ragu untuk menunaikan zakat infak sedekah bapak ibu melalui BAZNAS, kami pastikan pengelolaannya aman, merata dan berkeadilan, aman secara syariat, aman dalam regulasi juga aman NKRI," harapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, DR. H. Musyfiq Amrullah mengungkapkan, Balai Ternak Kelompok Budak Angon Sahate Kabupaten Subang yang telah diresmikan saat ini beranggotakan 25 orang dengan kandang yang telah selesai dibangun untuk 206 ekor kambing.
"Alhamdulillah, jumlah ternak yang dibudiayakan sebanyak 206 ekor kambing yang meliputi 6 ekor kambing indukan jantan dorper, 100 ekor kambing indukan betina, dan 100 ekor kambing bakalan jantan," ungkapnya.
Musyfiq menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI, karena telah memilih BAZNAS Kabupaten Subang untuk dapat berkolaborasi menjalankan program Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Subang.
"Program balai ternak ini memang merupakan program BAZNAS RI untuk membantu para peternak yang mustahik. Jadi tidak semua peternak yang kita bantu, tetapi peternak yang memang masuk kategori mustahik saja yang berjumlah 25 orang," katanya.