Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cegah Heatsroke, PPIH Imbau Jemaah Lontar Jumrah Sore Jelang Malam Hari

Jemaah haji Indonesia dihimbau tidak melakukan lontar jumrah di siang hari di hari tasyriq pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah mendatang.

Cegah Heatsroke, PPIH Imbau Jemaah Lontar Jumrah Sore Jelang Malam Hari
X
Koordinator PKP3JH Jamarat, dr Ridwan Susanto, S.Pn ( Yuniar K MCH 2024 )

Elshinta.com - Jemaah haji Indonesia dihimbau tidak melakukan lontar jumrah di siang hari di hari tasyriq pada tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah mendatang.

Koordinator Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) Jamarat, dr. Ridwan Susanto, S.Pn. mengimbau agar lontar jumrah dilakukan saat sore menjelang malam.

“Untuk kegiatan lempar jumrah ini kami sarankan kepada jemaah atau ketua rombongan atau mutawwif untuk melakukan lempar jumrah itu di waktu sore hari menjelang malam hari. Karena memperhitungkan cuaca disini cukup panas. Dikhawatirkan itu akan mempengaruhi kesehatan jemaah,” katanya saat ditemui pada hari Senin (16/06).

Suhu di Arab Saudi mencapai 47 derajat celsius pada hari Senin. Dengan kondisi tersebut, jemaah lansia, disabilitas, resiko tinggi, ataupun yang kelelahan disarankan untuk membadalkan atau mewakilkan lontar jumrah.

Di lapangan, banyak ditemukan jemaah mengalami kelelahan dan dehidrasi. Mereka masih memaksakan lontar jumrah di waktu-waktu sunnah yang mereka yakini, sementara cuaca sangat panas. Sehingga, banyak sekali yang kelelahan.

“Di jalur Jamarat kemarin banyak sekali yang kelelahan, tidak kuat jalan lagi karena lemas, karena kaki sakit. Itu semua karena faktor utama yaitu dehidrasi dan kelelahan.”

Untuk mencegah heatstroke dan heat exhaustion, jemaah disarankan membawa makan dan botol minum untuk nanti bisa diisi melalui kran air sepanjang jalan.

“Kemudian untuk mengantisipasi kejadian yang sering terjadi adalah heat stroke dan heat exhaustion, jemaah disarankan sebelum berangkat untuk buang air kecil dulu di maktab. Kemudian bawa makan dan air minum yang cukup,” terangnya.

Headstroke dan head exhausted merupakan serangan yang sering terjadi pada jemaah haji akibat suhu yang panas. Terik matahari menyebabkan dehidrasi yang kemudian menjadikan tubuh kelelahan. Penderita akan merasa sakit kepala dan nyeri otot.

Untuk mengantisipasinya, jemaah perlu minum air sebelum haus, menyemprotkan air ke wajah dan anggota tubuh yang terpapar sinar matahari, istirahat, dan minum oralit.

Sebelumnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jamaah Indonesia untuk melontar jumrah pada sore hari atau setelah pukul 16.00 waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas.

"Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kami meminta jamaah untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 waktu Arab Saudi," kata Staf Khusus bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo, di Mina, Arab Saudi, Senin.

Menurut Wibowo, imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu yang tinggi serta untuk menghindari tekanan panas atau heat stroke bagi jamaah.

"Di Mina saat ini suhunya mencapai 45 derajat. Ini harus jadi perhatian jamaah untuk menghindari heat stroke," kata Wibowo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire