Top
Begin typing your search above and press return to search.

BP2MI harap kuota dan jabatan PMI ditambah

Sebanyak 459 dari 988 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas pemberangkatannya ke Korea Selatan dan Jepang oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dari Hotel Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada hari Senin (17/6).

BP2MI harap kuota dan jabatan PMI ditambah
X
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 459 dari 988 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas pemberangkatannya ke Korea Selatan dan Jepang oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dari Hotel Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada hari Senin (17/6).

Para PMI ini diberangkatkan melalui program G to G secara seremonial, ke Korea Selatan sebanyak 149 orang, dan 309 orang ke Jepang, sementara 530 orang lainnya merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan melaksanakan orientasi pra pemberangkatan G to G ke Korea Selatan.

"Hari ini kita lepas bersamaan untuk yang bekerja di Jepang dan Korea dan jumlahnya cukup besar hampir 900 pekerja dan kehadiran dari embassy atau kedutaan besar Jepang ini semakin memberi keyakinan bahwa pelepasan atau seremonial seperti ini dihadiri oleh orang-orang penting itu akan memberi kebanggaan," papar Kepala BP2MI, Benny Ramadhani, usai melepas PMI

Para PMI ini adalah pahlawan devisa yang sudah seharusnya diberikan penghormatan saat pelepasan, akan berangkat ke lokasi negara tujuan bekerjanya, dan telah dihadiri orang-orang penting, diantaranya Minister of Embassy of Japan, Ueda Hajime.

Dalam kesempatan itu Benny menyampaikan harapannya kepada negara Jepang, dimana pihaknya sudah melakukan negosiasi agar pelatihan CPMI bisa disebar ke wilayah Timur Indonesia.

"Jadi tidak hanya tersentralisasi di Jawa untuk memberi kesempatan anak-anak Indonesia ini untuk bisa mendapat peluang yang sama agar mereka bisa meraih mimpi bekerja di Jepang dan Korea," tutur Benny seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Selasa (18/6).

Selain itu, Benny juga meminta agar kuota penerimaan dan jabatan PMI di Jepang dapat ditambah, setelah diketahui Jepang membuka kuota hingga 350 PMI per tahun, dan jabatan bagi PMI hanya 2 sektor, sehingga mereka harus melibatkan parlemen dan Kementerian lembaga lain

"Kuotanya Jepang setiap tahunnya 350, kita ingin juga ada penambahan kuota diperbanyak lagi, dan sektor jabatannya tidak hanya careworker dan caregiver/perawat (pekerja kaigo)" jelas Benny.

Pendaftar PMI ke Jepang setiap tahunnya juga bertambah, begitu juga dengan Korea. Hampir 100 persen peningkatannya, bahkan Korea sempat flat di angka 7 ribu orang. Namun pada 2022, meningkat jadi 14 ribu, dan pada 2023 menjadi 15 ribu orang.

"2024 juga menambah lagi dan Jepang kita minta perluasan sektor dan kuota , tempat latihan juga diperluas agar bisa sampai ke Sulawesi, Kalimantan, dan sebagainya," tutup Benny.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire