Organisasi rental nilai Polres Jaktim lambat tangani kasus penggelapan mobil Burhanis
Organisasi rental mobil yang tergabung dalam Buser Rentcar Nasional (BRN) sangat menyayangkan sikap Polres Metro Jakarta Timur, yang dinilai lamban dalam menangani kasus penggelapan mobil yang dialami bos rental mobil, Burhanis.

Elshinta.com - Organisasi rental mobil yang tergabung dalam Buser Rentcar Nasional (BRN) sangat menyayangkan sikap Polres Metro Jakarta Timur, yang dinilai lamban dalam menangani kasus penggelapan mobil yang dialami bos rental mobil, Burhanis.
Pasalnya Burhanis telah melaporkan kasus penggelapan mobil miliknya sejak Februari 2024 lalu, namun tidak ada tindak lanjut dari Polres Metro Jakarta Timur dalam menangani perkara tersebut.
"Kita sangat menyayangkan sikap Polres Metro Jakarta Timur lambat dalam menangani kasus ini sampai berbulan-bulan. Ada apa?" ujar Sekjen Buser Rentcar Nasional (BRN) Petra Aulia saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/6) malam.
Petra menduga, akibat laporan yang tidak ditindaklanjuti selama 4 bulan, itu menyebabkan Burhanis mencari keberadaan mobil miliknya secara mandiri dengan menggunakan data global positioning system (GPS).
Melalui aplikasi itu Burhanis akhirnya berhasil menemukan keberadaan mobil miliknya di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (6/6/2024).
Namun nahas bukannya pulang dengan mobil yang dibawa kabur sang penyewa, Burhanis justru dihajar massa hingga meninggal dunia karena dianggap maling mobil.
Sementara tiga rekannya yakni SH (28) warga Jakarta Barat, KB (54) warga Kabupaten Tegal, dan AS (37) warga Jakarta Timur harus dirawat di rumah sakit.
"Mungkin ketakutan beliau (Burhanis) mobilnya semakin jauh dan tidak ada tindakan polisi. Nah, otomatis melakukan tindakan sendiri. Dan akhirnya terjadi hal seperti ini (pengeroyokan) yang kita sangat sayangkan sekali," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Selasa (18/6).
BRN sendiri, lanjut Petra, sudah mendatangi rumah Burhanis beberapa waktu lalu untuk menyampaikan dukacita secara langsung kepada pihak keluarga dan karyawan rental Burhanis.
Dari perbincangan pengurus BRN dengan karyawan rental Burhanis di Jakarta Pusat, pegawai rental korban pun juga menyesalkan lambatnya penanganan kasus penggelapan.
Alasannya sejak mobil korban masih berada di Jakarta jajaran Polres Metro Jakarta Timur diduga belum bergerak mengejar pelaku, sehingga pelaku dapat melarikan diri ke Pati.
"Ada dua karyawan di sana (menyampaikan) almarhum sudah laporan dari Februari, tapi tanggapan Polres itu lama. Saat dikasih mobil masih di Jakarta juga belum bergerak," tuturnya.
Sebelumnya Polres Metro Jakarta Timur menyatakan Burhanis membuat laporan kasus penggelapan karena lokasi saat dia menyerahkan kunci kendaraan berada di Apartemen Bassura.
Berdasar laporan dibuat Burhanis ke Polres Metro Jakarta Timur pelaku penggelapan kendaraan tersebut beraksi seorang diri, namun keberadaannya hingga kini tidak diketahui pasti.
"Masih kita upayakan mencari keberadaan terlapor," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP, Armunanto Hutahean saat dikonfirmasi di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (14/6/2024).