Kurban Masjid Menara Kudus, tak sembelih sapi dan pakai bungkus daun jati
Panitia Kurban Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jawa Tengah pada hari raya Idul Adha tahun 2024 ini menyembelih 15 kerbau dan 33 ekor kambing. Dimana, daging kurban ini dibagikan di desa-desa yang minim menyembelih hewan kurban di 9 kecamatan.

Elshinta.com - Panitia Kurban Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Jawa Tengah pada hari raya Idul Adha tahun 2024 ini menyembelih 15 kerbau dan 33 ekor kambing. Dimana, daging kurban ini dibagikan di desa-desa yang minim menyembelih hewan kurban di 9 kecamatan.
Ketua Panitia Kurban Masjid Menara Kudus, Ahmad Arinal Haq menyampaikan, pada hari raya kurban kali ini panitia mendapatkan amanah 15 hewan kerbau dan 33 kambing. Hewan kurban ini dari masyarakat ada juga dari Pemkab Kudus Kapolres dan juga perusahaan yang ada di Kudus.
"Untuk hasil tahun kemarin 11 ribu paket daging yang di bagi. Tahun ini mungkin dibawah itu karena jumlah kurban lebih sedikit," katanya, Rabu (18/6).
"Seperti tradisi yang sudah turun temurun, kami masih menyembelih kerbau karena kami menghormati sapi sebagai hewan yang dihormati pemeluk agama lain. Meski, secara fiqih diperbolehkan tapi disini tidak menyembelih sapi," imbuhnya.
Dijelaskan, untuk pembagian daging kurban, pihaknya mengunakan sistem kupon. Hal ini untuk mengantisipasi adanya aksi desak-desakan dan juga berulang-ulang mengambil.
"Insyaallah dibagikan di 9 kecamatan terutama kecamatan kota dan kecamatan lain. Kita juga akan bagikan ke desa yang masih kurang pelaksanaan kurbannya. Di setiap RT maupun RW sudah kami data. Memang tidak bisa semua desa karena sudah ada desa-desa yang berlebih hewan kurbannya," ujar Ahmad Arinal Haq seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (19/6).
Dalam proses penyembelihan hewan kurban ada 200 orang yang dilibatkan termasuk saat pendistribusian.mulai dari perawatan hewan, penyembelihan, mengiris daging. Ditambahkan, untuk pengemasan pihak panitia mempertahankan pemakaian bahan ramah lingkungan berupa daun (godong) jati.
"Ini akan kita Lestarikan sebab ramah lingkungan ", tutupnya.