Top
Begin typing your search above and press return to search.

Inovasi layanan haji jadi kunci sukses pelaksanaan haji 2024

Rangkaian ibadah haji di tanah suci mulai berakhir dan memasuki tahap pemulangan jemaah kembali ke Indonesia. Puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi prioritas juga telah berakhir pada tanggal 13 Dzuhijjah dan dinilai lancar oleh beberapa pihak.

Inovasi layanan haji jadi kunci sukses pelaksanaan haji 2024
X
Yuniar K MCH 2024

Elshinta.com - Rangkaian ibadah haji di tanah suci mulai berakhir dan memasuki tahap pemulangan jemaah kembali ke Indonesia. Puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menjadi prioritas juga telah berakhir pada tanggal 13 Dzuhijjah dan dinilai lancar oleh beberapa pihak.

Ketua PP Nasyiatul Aisyiyah yang juga Anggota Amirul Hajj, Ariati Dina Puspitasari mengungkapkan pelaksanaan haji 2024 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan saat ditemui pada hari Sabtu (22/06) WAS.

“Penyelenggaraan haji tahun ini alhamdulillah, saya melihat dan saya terlibat sebagai anggota Amirul Hajj mengakui bahwa penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik daripada tahun yang lalu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kesuksesan pelaksanaan haji 2024 disebabkan inovasi layanan bagi jemaah. Mulai dari skema murur, tanazul, hingga safari wukuf. Program tersebut sangat memudahkan bagi jemaah lansia atau jemaah lain yang memiliki keterbatasan fisik.

“Banyak inovasi yang dilakukan oleh pemerintah, Kementerian Agama khususnya, untuk memastikan bahwa jemaah haji dapat melakukan ibadah haji dengan nyaman dan sempurna,” tambahnya.

Mengutip dari situs Kementerian Agama, murur adalah skema pergerakan jemaah haji dari Arafah, melintas di Muzdalifah (tanpa turun dari bus), dan langsung menuju Mina. Sedangkan tanazul adalah pemulangan lebih cepat bagi jemaah yang sakit dan tidak mampu lagi melanjutkan prosesi ibadah, tetapi sudah menyelesaikan rukun dan wajib haji.

Selain itu ada Safari WUkuf yang juga ditujukan bagi jemaah yang sakit. Program layanan ini memberangkatkan jemaah haji untuk wukuf di Arafah menggunakan bus dan tidak menginap, hanya berdiam beberapa jam. Ketiga inovasi tersebut dinilai berhasil meminimalisasi penumpukan jemaah di Muzdalifah seperti tahun sebelumnya. Angka kematian jemaah juga turun. tidak sebanyak tahun 2023.

Ariati menyebutkan beberapa tips evaluasi agar pelayanan haji tahun depan berjalan lebih baik. Mulai dari sosialisasi menjaga stamina hingga inovasi di Armuzna.

“Yang pertama adalah memperketat istithaah. Yang kedua adalah melakukan edukasi kepada jemaah dan Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) untuk menjaga stamina hingga puncak haji dengan mengurangi kegiatan-kegiatan di luar hotel. Yang ketiga adalah melakukan inovasi di Armuzna, khususnya untuk mengurangi persoalan di Mina,” paparnya.

Selebihnya, ia juga membeberkan tentang pentingnya materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kesehatan lingkungan saat manasik haji, serta memperketat screening dimensia.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire