Kemenag: 393 haji asal Mataram tiba di Lombok
Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyebut 393 haji asal Kota Mataram dari kelompok terbang satu Embarkasi Lombok tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Mataram H Kasmi di Mataram, Minggu, mengatakan, dari bandara jemaah langsung menuju Asrama Haji di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.

Elshinta.com - Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyebut 393 haji asal Kota Mataram dari kelompok terbang satu Embarkasi Lombok tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Mataram H Kasmi di Mataram, Minggu, mengatakan, dari bandara jemaah langsung menuju Asrama Haji di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.
"Alhamdulillah 393 haji kloter satu dalam kondisi sehat walafiat dan jumlahnya sesuai dengan yang diberangkatkan," katanya.
Setiba di asrama haji, jemaah diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB.
"Di asrama tidak ada acara penyambutan, hanya ada penerimaan dan doa. Setelah itu jemaah dibolehkan pulang bersama keluarga masing-masing," katanya.
Sementara itu, untuk 286 haji asal Kota Mataram yang tergabung dalam kloter tujuh bersama jemaah dari Kabupaten Lombok Barat dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok pada 1 Juli 2024 sekitar pukul 05.00 Wita. Selain itu, juga ada satu orang haji asal Mataram pada kloter 12 yang bergabung dengan jemaah Kabupaten Bima dan dijadwalkan tiba pada 8 Juli 2024 sekitar pukul 02.45 Wita.
"Satu haji ini merupakan tambahan dari kuota cadangan sesuai dengan usulan Kanwil Kemenag NTB," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram H Emirald Isfihan mengatakan, pihaknya menurunkan tim kesehatan dari 11 puskesmas untuk melakukan pemantauan dan memberikan layanan kesehatan kepada jemaah yang baru tiba di tanah air.
"Sebagian jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci biasanya mengalami inspeksi saluran pernapasan dengan gejala antara lain batuk, hidung tersumbat, demam, dan sakit kepala. Kondisi itu terjadi karena tubuh masih melakukan penyesuaian dengan iklim berbeda," katanya.
Ia menyarankan agar jemaah memperbanyak istirahat dan jika ada keluhan bisa menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.