Keperawatan Undip beri edukasi dan pemeriksaan kesehatan di bandara
Belasan mahasiswa Departemen Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro beramai-ramai memberikan edukasi kesehatan kepada para calon penumpang di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (25/6/2024).

Elshinta.com - Belasan mahasiswa Departemen Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro beramai-ramai memberikan edukasi kesehatan kepada para calon penumpang di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Selasa (25/6/2024). Mereka berharap pengguna jasa bandara dapat terfasilitasi kebutuhan pemeriksaan kesehatannya sebelum melakukan penerbangan. Kiprah para mahasiswa itu disambut baik oleh pihak Bandara Ahmad Yani.
“Kami sebagai instansi yang berperan aktif dalam mewujudkan bandara sehat merasa senang dengan partisipasi aktif dari Universitas Diponegoro untuk memberikan pelayanan kesehatan. Para pengguna jasa bandara perlu memastikan kesehatan mereka sebelum melakukan perjalanan udara,”, ungkap General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Fajar Purwawidada.
Sementara itu Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Agus Santoso, juga berharap kolaborasi Undip dan Bandara Ahmad Yani terus berlanjut.
“Ini adalah kegiatan tri dharma perguruan tinggi khususnya pengabdian masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan mampu mencapai seluruh lapisan Masyarakat,” kata Agus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (1/7).
Dosen yang mendampingi mahasiswa itu antara lain Zubaidah, dan Reni Sulung Utami.
Para mahasiswa itu melakukan pemeriksaan kesehatan, massage dan pojok curhat. Para calon penumpang hingga pegawai Bandara Ahmad
Tidak sampai dua jam, tim sudah melayani 50 peserta pemeriksaan kesehatan, 20 peserta massage dan belasan peserta pojok curhat maupun konseling kesehatan.
Stand cek kesehatan menjadi stand terfavorit yang dipilih oleh pengunjung, disusul stand pijat.
Di acara ini juga diselingi dengan bincang santai tentang jetlag, suatu gangguan yang dapat dirasakan seseorang yang melakukan penerbangan khususnya dengan jam berbeda.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan matra khususnya keperawatan penerbangan. Semoga praktik kesehatan matra dapat terus berkembang di Indonesia dan kiprah perawat di dunia penerbangan semakin luas. Kami harap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal perkembangan tersebut,” kata Nur Hafizhah Widyaningtyas selaku pengarah kegiatan.