Kirab budaya HUT Bhayangkara bikin warga Semarang terpesona
Ribuan warga Semarang dan sekitarnya rela menanti sejak pagi untuk menyaksikan aneka tampilan, kesenian tradisional dan budaya yang mengisi peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Jalan Pemuda, Semarang, Senin (1/7).

Elshinta.com - Ribuan warga Semarang dan sekitarnya rela menanti sejak pagi untuk menyaksikan aneka tampilan, kesenian tradisional dan budaya yang mengisi peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Jalan Pemuda, Semarang, Senin (1/7).
Kesenian itu berupa Semarang Night Carnival yang memamerkan keindahan busana super nyentrik, kemudian Tari Gambang Semarang, reog, barongsai, kuda lumping, drum band dari Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dan AMNI Semarang, hingga drum blek dari anak-anak Salatiga.
Tidak kalah menariknya adalah demontrasi kepiawaian para polisi wanita yang mengendarai motor gede dengan aneka konfigurasi. Mulai dari zig-zag, membuat putaran angka 8, bahkan mengendarai lepas stang dengan berdiri di atas jok moge.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi yang mengakhiri tugasnya di Polri pada tahun ini memimpin upacara Hari Bhayangkara tersebut.
"Saya selaku Kapolda Jateng memohon maaf apabila pengabdian Polri pada masyarakat di Jawa Tengah mungkin dirasa kurang maksimal. Saya menyampaikan rasa bangga atas kerjasama seluruh pihak dalam peringatan Hari Bhayangkara kali ini, yang menjadi momen terakhir bagi saya memperingati Hari Bhayangkara sebagai anggota Polri,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (1/7).
Luhfi menambahkan, “Namun ini bukanlah perpisahan karena perpisahan hanya bagi mereka yang mencintai melalui mata, sedangkan bagi yang mencintai dengan hati dan jiwa, tidak ada yang namanya perpisahan.”
Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Nararya kepada tiga polisi atas jasa besar dan keberanian, kebijaksanaan, kemampuan, serta ketabahan mereka yang melampaui panggilan kewajiban, tanpa cacat selama menjadi anggota Polri. Mereka adalah AKBP Tri Wisnugroho Yulianto (Kasat Samapta Polrestabes Semarang), AKP M Ginong (Ps. Kasilog Satbrimob Polda Jateng), dan Aipda Damanhuri (Ba Batalyon A Sat Brimob Polda Jateng).
Hadir dalam acara itu jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), Gubernur Akademi Militer (Akmil), Calon Wakil Presiden Terpilih yang kini masih menjabat Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto, dan para tokoh lainnya.
Ahmad Luthfi juga meminta agar masyarakat Jawa Tengah mendoakan polisi yang ada di Jawa Tengah menjadi polisi yang dicintai masyarakat.
“Saya yakin jika polisinya baik, masyarakatnya akan lebih baik,” katanya.