Top
Begin typing your search above and press return to search.

Grebeg Penjalin, upaya Desa Trangsan bangkitkan lagi industri kerajinan mebel rotan

Perajin mebel rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Grebeg Penjalin.

Grebeg Penjalin, upaya Desa Trangsan bangkitkan lagi industri kerajinan mebel rotan
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Perajin mebel rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Grebeg Penjalin. Pameran produk kerajinan desa rotan di Sukoharjo ini rutin digelar oleh pemerintah desa setempat untuk promosi produk UMKM unggulan. Terlebih, Desa Trangsan ditetapkan sebagai desa wisata rotan oleh pemerintah.

Kepala Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo Mujiman mengatakan, kerajinan rotan telah menjadi sumber penghidupan masyarakat Desa Trangsan sejak tahun 1970-an silam. Mebel rotan Trangsan pernah mencapai puncak kejayaan pada medio tahun 1990. Tetapi industri kerajinan berbasis rumah tangga ini mulai mengalami kemunduran setelah terjadi krisis moneter sekitar tahun 2000 lalu hingga saat ini.

Pihak desa, lanjut dia, kemudian mengelar agenda tahunan Grebeg Penjalin sejak tujuh tahun terakhir untuk mengangkat kembali industri rumah tangga khas Desa Trangsan. "Tahun ini merupakan tahun ketujuh penyelenggaraaan grebeg penjalin," kata Mujiman.

Mujiman menambahkan, hasil kerajinan berbahan rotan dari Desa Trangsan pada dasarnya sudah menembus pasar ekspor. Perkakas rumah tangga tersebut sangat diminati di Eropa. Namun karena hantaman krisis moneter dan Pandemi Covid-19 lalu membuat perajin dan pelaku ekspor kesulitan menjual barang. Grebeg penjalin diharapkan menjadi wadah promosi produk untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

"Sebab, agenda tahunan ini juga sudah masuk dalam agenda pameran UMKM tingkat nasional," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (1/7).

Mujiman menyampaikan, grebeg penjalin dibuka dengan pembagian tujuh gunungan hasil kerajinan warga yang dibagikan secara gratis. Ada 17 produsen yang ikut memamerkan hasil karyanya di aula balaidesa setempat. Selain membeli produk, pengunjung diberikan wisata gratis dengan memperkenalkan proses pembuatan kerajinan berbahan dasar rotan.

Penyelenggara juga memberikan wadah lomba kreasi para perajin rotan untuk menstimulasi regenerasi perajin rotan. Guna menarik antusias pengunjung, penyelenggara memberikan ruang pertunjukan kesenian tradisional selama sepekan pameran digelar.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire