Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kompleksnya bencana di Kudus, BPBD Kudus gandeng wartawan belajar kebencanaan

Tidak hanya pemerintah, pengusaha tak kalah pentingnya adalah peran media massa. Hal inilah yang mendasari BPBD Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengajak para wartawan Kudus belajar tentang kebencanaan, Kamis (4/7).

Kompleksnya bencana di Kudus, BPBD Kudus gandeng wartawan belajar kebencanaan
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Menanggani permasalahan kebencanaan butuh kerjasama berbagai pihak. Pentahelix penanggulangan bencana sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Tidak hanya pemerintah, pengusaha tak kalah pentingnya adalah peran media massa. Hal inilah yang mendasari BPBD Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengajak para wartawan Kudus belajar tentang kebencanaan, Kamis (4/7). Bencana di Kabupaten Kudus cukup kompleks mulai dari bencana longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran dan banjir yang hampir setiap tahun terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus Mundir mengatakan di era sekarang ini pemberitaan terkait bencana begitu cepat sehingga diperlukan kerjasama untuk mengedukasi kepada masyarakat. Misal saat terjadi banjir tidak hanya memberitakan yang jelek saja tetapi juga berita yang bisa menumbuhkan semangat warga korban banjir untuk bangkit berjuang mengurangi resiko banjir bahkan kalau bisa ikut mencegah terjadinya banjir.

Senada, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kudus Rokhim Sutopo mengatakan jika wartawan mempunyai peranan penting dalam penyampaian berita saat terjadi bencana yang sesuai kenyataan dilapangan. "Sekarang ini semua orang bisa menulis di media sosial terkadang membuat berita hoaks makanya dibutuhkan media yang kredibel untuk menjadi referensi agar tidak membuat kepanikan", katanya.

Menurutnya, wartawan bisa juga diajak mengedukasi masyarakat terkait kebencanaan. Apalagi tantangan bencana kedepan tidak hanya banjir, longsor, angin kencang, gempa tetapi juga udara. Seperti dikawasan Muria itu harus mulai jadi perhatian karena dengan banyaknya kendaraan (ojek) ke makam Sunan Muria bisa menimbulkan pencemaran udara sehingga udara dikawasan gunung Muria bisa mengganggu ekosistem yang ada.

"Mungkin kedepan perlu dipikirkan adanya penggunaan kereta gantung untuk mengurangi pencemaran udara. Selain juga menanam tanaman yang sesuai dengan kondisi gunung Muria agar tidak mudah longsor", imbuh Politisi PAN seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (5/7).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire