Kolaborasi KKP dan USAID Kolektif gelar simposium konservasi laut
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia didukung program USAID Kolektif menggelar Simposium Internasional dengan tema Enhancing the Effectiveness of Marine Protected Area (MPA) Management in Indonesia yang berlangsung di Sanur, Kota Denpasar, Bali.

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia didukung program USAID Kolektif menggelar Simposium Internasional dengan tema Enhancing the Effectiveness of Marine Protected Area (MPA) Management in Indonesia yang berlangsung di Sanur, Kota Denpasar, Bali.
Agenda simposium ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dialog internasional Global Dialogue on Sustainable Ocean Development. Selain itu juga sebagai momentum berbagi pengalaman terkait pengelolaan kawasan konservasi laut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Victor Gustaaf Manoppo dalam sambutannya mengatakan simposium kali ini merupakan wadah untuk dapat saling berbagi praktik terbaik pada beberapa hal.
Diantaranya seperti penggunaan teknologi dalam pengelolaan kawasan konservasi serta peluang pendanaan kawasan konservasi dari pasar karbon, perikanan dan pengelolaan keanekaragaman hayati.
“Saya juga ingin kita dapat berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan perencanaan pengelolaan kawasan konservasi ke ranah perencanaan yang lebih luas seperti dalam hal monitoring pergerakan kapal dan pengelolaan transportasi laut,” kata Victor Gustaaf Manoppo dalam keterangan tertulis yang diterima Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (8/7).
Ia juga mengharapkan simposium nanti dapat menyusun rumusan rekomendasi kebijakan prioritas untuk percepatan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.
Untuk mengukur keberhasilan pengelolaan Kawasan konservasi, KKP telah memiliki perangkat Evaluasi Efektivitas Kawasan Konservasi (EVIKA) dan menyusun neraca sumber daya laut kawasan konservasi.
“Saya mengapresiasi kehadiran para ahli, pakar, akademisi serta mitra dan praktisi pada hari ini untuk berbagi perspektif, pengalaman, dan keahlian mereka tentang peluang dan tantangan pengelolaan kawasan konservasi dalam mendukung produksi ikan, penyerapan karbon, serta produksi oksigen dari laut,” tegasnya.
Dalam forum yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur USAID Indonesia, Mohib Ahmed mengatakan bahwa Amerika Serikat, melalui USAID, bangga dapat bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dalam upaya kami mewujudkan laut yang sehat dan berkelanjutan.
“Upaya konservasi yang kuat akan melindungi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut sekaligus menjadi contoh bagi negara-negara lain di Asia Tenggara,” kata Mohib Ahmed.
Sejalan dengan kebijakan KKP yang ditegaskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di berbagai forum global, konservasi di wilayah laut menjadi salah satu strategi andalan Indonesia dalam menjaga kelestarian biota, memulihkan kelautan dan ekosistem perairan.
Untuk mendukung kebijakan ekonomi biru, hingga tahun 2023, luas kawasan konservasi telah mencapai 29,3 juta ha. Melalui strategi ini diharapkan kesehatan dan produktivitas laut dapat terjaga untuk implementasi ekonomi biru di Indonesia.