Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan media ajar berbasis teknologi
Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan media ajar berbasis teknologi dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi para siswa.

Elshinta.com - Di era digital ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan media ajar berbasis teknologi dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi para siswa.
Memahami hal tersebut, P2M Prodi Pendidikan Sejarah UNJ menyelenggarakan workshop bertemakan "Pemanfaatan Media Ajar Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran" di SMP Pattimura Jakarta, Minggu (14/7/2024).
Kepala Prodi Pendidikan Sejarah UNJ, Nuraeni Marta menjelaskan, workshop bertujuan untuk membekali para pendidik dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media ajar berbasis teknologi khususnya webquest padlet dan media ajar berbasis video seperti TikTok dan Youtube. "Ini mengingat guru di era sekarang dituntut untuk melakukan pembelajaran berbasis tekhnologi,” kata Nuraeni, Selasa (16/7).
Sementara, Kepala Sekolah SMP Pattimura, Saniah mengatakan pembelajaran berbasis teknologi ini memang sangat dibutuhkan terlebih karena kebiasaan siswa sekarang yang tidak bisa lepas dari gadget.
"Saya berharap para guru dapat mengaplikasikan pembelajaran berbasis teknologi untuk mewujudkan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan terampil," ujar Saniah seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada UNJ atas penyelenggaraan workshop.
Workshop dibagi menjadi beberapa sesi yang mencakup pengenalan alat-alat teknologi, penggunaan platform e-learning, serta penerapan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Setiap sesi dirancang sedemikian rupa agar peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung. Dengan demikian, para guru dapat langsung menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam kelas mereka.
Pada sesi pertama, bapak Dr. Djunaidi, M.Hum membawakan materi Pemanfaatan Media Pembelajaran Webquest Padlet. Dimana Webquest Padlet ini merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat diakses secara online, sehingga guru ataupun siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap langsung maupun tatap maya. Dengan Webquest Padlet ini siswa juga dapat mengeksplorasi lebih luas mengenai materi-materi yang dibahas, didukung dengan fitur-fitur interaktif sehingga siswa dapat lebih tertarik dengan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.
Hal tersebut diakui oleh salah satu peserta, guru Matematika SMP Pattimur, Zentika. Menurutnya, penggunaan padlet lebih sederhana dan mudah. “Padlet ini lebih simple karena media ini ternyata bisa diintegerasikan dengan media ajar yang lain, seperti Google Classroom, Youtube, dan lain-lain," ucap Zentika.
Pada sesi kedua, Sri Martini, SS, M.Hum. menjelaskan media pembelajaran dalam bentuk video dan implikasinya. Setelah pemaparan materi, peserta kegiatan yang merupakan guru-guru menyampaikan pengalaman apa saja selama mereka mengajar. Sebagian dari guru-guru SMP Pattimura yang hadir pada hari ini sudah menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Seperti yang dilakukan oleh Annisa, guru Bahasa Inggris SMP Pattimura yang mengaku biasa menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi. “Saya biasa menugaskan siswa untuk membuat tugas video seperti membuat vlog. Layaknya para selebgram yang tengah trend dengan sendirinya hal ini dapat memancing kreatifitas bagi siswa itu sendiri," ujar Anissa.
Peserta workshop yang adalah guru-guru dari SMP Pattimura yang sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai alat teknologi terbaru yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Melalui sesi-sesi dalam workshop, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.