Harga anjlok, Unima Jateng borong sayur petani dan dibagikan gratis ke warga
Harga Anjlok, Universitas Muhammadiyah Magelang (Unima) Jateng memborong sayur di tingkat petani dengan harga lebih tinggi mencapai 200 persen lebih.
.jpeg)
Elshinta.com - Harga Anjlok, Universitas Muhammadiyah Magelang (Unima) Jateng memborong sayur di tingkat petani dengan harga lebih tinggi mencapai 200 persen lebih. Sayur yang sudah borong kemudian dibagi-bagikan kepada warga yang membutuhkan. Aksi sosial ini melibatkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Mentari.
Aksi yang berlangsung di depan kampus I jalan Tidar Kota Magelang, Jumat (19/7/2024) berlangsung hanya 20 menit. Sebanyak 7 kwintal sayur ludes di serbu warga.
Rektor Unima Jateng Lilik Andriyani di sela-sela kegiatan mengatakan, aksi borong sayur ini bertujuan untuk membantu petani agar sayur tidak busuk atau dibuang. Di sisi lain juga untuk membantu warga sekitar yang membutuhkan.
Aksi serupa udah dilakukan beberapa kali, tatkala harga sayur mengalami penurunan. "Dulu saat harga cabe anjlok, kita juga memborong dengan harga pantas dan kita bagi-bagikan. Sekarang juga kita borong dengan harga lebih tinggi," ujar Lilik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (19/7).
Unima memborong sayur dari petani di wilayah lereng Gunung Sumbing, Merapi dan Merbabu seperti Kaliangkrik, Kajoran, Pakis, Sawangan dan sekitarnya. Sayur yang diborong berupa pakcoy, sawi cesim, loncang, kacang Panjang dan tomat.
Lilik mengatakan, aksi bagi sayur sekaligus untuk memperingati Milad Unima ke 60 dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 79. Aksi ini juga merupakan bagian dari kegiatan UKM Mentari berupa Ekspedisi Kemerdekaan.
Lilik berharap pemerintah segera turun tangan menyetabilkan harga sayur yang anjlok. Di tingkat petani misalnya, harga sawi hanya di kisaran Rp500. Hal itu tentu membuat petani merugi karena tidak sebanding dengan biaya produksinya.
Desi (35) yang kebagian sayur sawi mengaku senang karena mendapat rejeki nomplok. "Yah senang karena gratis," ujarnya sambil tertawa.
Namun disisi lain, ia merasa kasihan dengan petani kalau harga sayur mengalami penurunan. "Ya kasihan banget karena mereka sudah susah payah menanam dan biaya produksinya cukup tinggi .Kalau bisa standar saja, biar petani dapat untung, kita warga juga tidak terlalu mahal membelinya. Sama-sama diuntungkan," ujarnya.