Top
Begin typing your search above and press return to search.

Festival Alunan Budaya Desa 2024 promosikan budaya hingga produk UMKM

Elshinta.com - Festival Alunan Budaya Desa 2024 promosikan budaya hingga produk-produk UMKM kepada masyarakat luas guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Redaksi |Calista Aziza
Festival Alunan Budaya Desa 2024 promosikan budaya hingga produk UMKM
X
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. ANTARA/Sumarwoto

Elshinta.com - Festival Alunan Budaya Desa 2024 promosikan budaya hingga produk-produk UMKM kepada masyarakat luas guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Event tahunan ini akan menampilkan parade budaya, pameran UMKM, karnaval tenun, penampilan seni, dan pameran permainan tradisional, yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya, khususnya di Kabupaten Lombok Timur," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Jakarta, Minggu.

Festival tersebut diadakan di Tugu Mapora, Pringgasela Raya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 13-20 Juli 2024. ABD 2024 mengangkat tema "Benang Merah" yang menggambarkan keterikatan dan kesatuan dari keberagaman budaya nusantara.

"Benang Merah menjadi simbol pemersatu yang menghubungkan berbagai budaya lokal sekaligus menonjolkan keunikan dan keindahan budaya masing-masing daerah," ujarnya.

Alunan Budaya Desa menjadi satu dari 110 agenda Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), program strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mempromosikan destinasi pariwisata melalui kegiatan (event) yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menggerakkan wisatawan nusantara agar berwisata di Indonesia.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo, mengatakan ABD juga dilaksanakan untuk membangun lokal kreatif yang berdaya saing sekaligus sebagai upaya melestarikan tenun Pringgasela yang bernilai dari sisi seni dan sosial-ekonomi.

"Dengan mengusung tema Dari Desa Budaya Menuju Indonesia Jaya, diharapkan tenun bisa berdampingan di zaman modern saat ini dan membangun lokal kreatif yang akan bersaing di era digital dan kemajuan teknologi," Fadjar.

Dengan diselenggarakan di daerah dengan perajin tenun terbanyak di Nusa Tenggara Barat, ABD juga diramaikan dengan pagelaran karnaval hingga pertunjukan tenun. Bahkan, tenun dari Pringgasela yang telah berusia 400 tahun turut diperagakan dalam karnaval dan pesta budaya.

"Kegiatan ini juga memberikan daya dorong bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat karena tenun Pringgasela sudah diakui kualitasnya," ujarnya.

Tenun Pringgasela telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 dengan domain budaya Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire