Top
Begin typing your search above and press return to search.

Angka stunting masih tinggi, RS Mardi Rahayu edukasi warga Jati Wetan 

Bertempat di lapangan bulutangkis RT 01 RW 02 Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tampak sejumlah dokter, perawat bahkan direktur utama dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus memberikan edukasi kepada ibu-ibu warga Desa Jati Wetan.

Angka stunting masih tinggi, RS Mardi Rahayu edukasi warga Jati Wetan 
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com

Elshinta.com - Bertempat di lapangan bulutangkis RT 01 RW 02 Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tampak sejumlah dokter, perawat bahkan direktur utama dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus memberikan edukasi kepada ibu-ibu warga Desa Jati Wetan yang mempunyai balita dengan tema "Jangan Sampai Ibu Glowing Anak Stunting".

Dirut RS Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto mengatakan sebagai penyedia layanan kesehatan pihaknya melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan ini merupakan respon cepat dalam peluncuran program Sicantik yakni kolaborasi antara pemkab Kudus dengan layanan kesehatan di Kabupaten Kudus.

Program Sicantik yakni aksi cegah anak stunting. Program tersebut upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus yang masih cukup tinggi yakni 15,7 persen padahal rata-rata nasional di angka 13 persen. "Ini komitmen kami untuk turut serta dalam upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus. Kami ambil tema Jangan Sampai Ibu Glowing Anak Stunting karena pengaruh media sosial sekarang ini ibu-ibu pada berlomba-lomba jaga kebugaran, perawatan kulit menjadi glowing tapi lupa perhatian ke anak", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (22/7).

Pemerintah telah menetapkan tahun 2024 ini target prevalensi stunting dikabupaten Kudus mencapai 14 persen. Dimana tahun 2023 angkanya masih 15,7 persen. Hal ini diperlukan upaya intensif dalam menurunkan angka prevalensi stunting setidaknya 1,7 persen agar bisa tercapai target tahun 2024.

Dijelaskan, stunting adalah perawakan pendek atau sangat pendek yang disebabkan beberapa faktor karena kekurangan gizi kronik. Padahal anak stunting berisiko mudah terserang penyakit dan cenderung mengalami penurunan kekebalan tubuh. Salah satu Warga Elvinda mengaku senang adanya edukasi seperti ini karena selain bisa mendapatkan edukasi dari internet untuk mencegah anak tidak stunting.

Dalam kesempatan itu, selain memberikan edukasi juga diberikan 60 box makanan tinggi protein untuk 60 balita dan juga diserahkan kursi plastik untuk membantu kegiatan warga.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire