Memasuki hari ketiga, pencarian Kapal Cita XX belum menemukan titik terang
Pencarian kapal jenis landing ship tank (LCT) Cita XX yang hilang kontak di sekitar perairan Asmat, sejak Senin 15 Juli lalu, hingga memasuki hari ketiga Senin 22 juli 2024 belum menemui titik terang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna mengungkap, pencarian terkendala minimnya akses komunikasi.

Elshinta.com - Pencarian kapal jenis landing ship tank (LCT) Cita XX yang hilang kontak di sekitar perairan Asmat, sejak Senin 15 Juli lalu, hingga memasuki hari ketiga Senin 22 juli 2024 belum menemui titik terang. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna mengungkap, pencarian terkendala minimnya akses komunikasi.
"Kendala kami adalah komunikasi. Alat komunikasi di kapal tersebut tidak ada, karena gangguan sinyal terutama di Timika sampai Asmat. Sinyal seluler, sinyal untuk radio-radio memang susah sekali komunikasi dengan kapal-kapal serta personil di tengah laut yang melaksanakan operasi. Memang sangat susah sekali," ungkap Wayan Senin Malam (22/07/2024), saat dikonfirmasi Radio Elshinta.
Menurut Wayan, kapal tersebut seharusnya dilengkapi dengan peralatan komunikasi yang memadai, sehingga bila terjadi kondisi darurat, bisa dilakukan upaya rescue dengan segera. "Persyaratan kapal penumpang atau barang, wajib memiliki alat komunikasi yang maksimal serta unit radio komunikasi yang lain. Bila kapal mengalami trouble atau emergency, maka akan memancarkan sinyal marabahaya, sehingga akan diketahui hingga seluruh dunia. Maka posisi kapal bisa kita ketahui lebih cepat."
Seperti diketahui, kapal LCT Cita XX berangkat dari Timika 15 Juli lalu menuju Yahukimo. Namun hingga Kamis sore 18 Juli, kapal yang membawa bahan material pembangunan BTS serta 12 ABK dilaporkan tidak kunjung tiba di Yahukimo.
Tim SAR gabungan melibatkan personil TNI AL dan Polairud dalam operasi Pencarian Kapal di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dengan mengerahkan kapal Patroli Keamanan Laut Yapero milik TNI AL operasi pencarian dilakukan di dua area yakni rute Asmat - Pulau Tiga dan Timika - Asmat. (anr/nak)