Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas ingatkan BAZNAS soal zakat agar jaga kepercayaan
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam negeri dan Mahad Aly 2024, Selasa (23/7/2024). Acara tersebut disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (foto: Baznas TV)Elshinta.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghadiri peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam negeri dan Mahad Aly 2024, Selasa (23/7/2024). Acara tersebut disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV.
Dalam sambutannya, Menag menuturkan tentang potensi zakat di Indonesia yang mencapai Rp 327 triliun. Sementara saat ini Baznas sudah mampu mengumpulkan zakat sebesar Rp 41 trilun.
“Ada 327 triliun rupiah potensi zakat yang bisa kita dikumpulkan. Sementara Baznas sekarang sudah mengumpulkan 41 triliun rupiah. Tadi dijelaskan manfaat yang 41 triliun saja sudah begitu. Saya membayangkan jika 327 triliun bisa kita kumpulkan separohnya saja, maka dampaknya luar biasa untuk Indonesia,” papar Yaqut.
Lebih jauh Menag mengingatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI agar optimal dan maksimal serta baik dalam mengumpulkan dan mengelola zakat. Apalagi soal kepercayaan masyarakat yang perlu dijaga mengingat masih ada kurangnya masyarakat terdapat lembagai penyaluran zakat.
“Zakat ini kan hanya persoalan trust (kepercayaan-red). Kalau soal kesadaran, saya yakin sudah ada, sudah muncul. Bagi umat Islam, khususnya di Indonesia, kesadaran berzakat sudah ada. Namun trust ini lho, menyalurkan zakat ke mana, ini harus kita bangun. Saya kadang-kadang menyangsikan, kadang-kadang lho,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Menag mengharapkan dalam program Pendidikan Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan kepada perseorangan untuk beasiswa. Tapi juga dipikirkan bagaimana membantu pembangunan lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di Indonesia.
Seperti dicontohkan dapat membantu madrasah di Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 50 ribu. Jika madrasah-madrasah ini mendapat bantuan dari Baznas maka setidaknya problem pendidikan di Indonesia dapat teratasi termasuk membangun fasilitas pendukung pendidikan dan perbaikan bangunan yang rusak.
Sementara itu, Ketua Baznas Noor Achmad memaparkan program beasiswa cendekia terus bergulir dan dirasakan manfaatnya untuk Masyarakat. “Sudah ada 4.000 alumni penerima beasiswa. Ada yang sudah bekerja sebagai ASN, karyawan di swasta dan ada yang jadi dokter,” paparnya. (Srr/Tel)




