Top
Begin typing your search above and press return to search.

Warga Semarang peringati Hari Kebaya Nasional dengan aksi 'Kebaya on The Street'

Sekitar 30 anak-anak, para ibu, dan para dalang wayang kulit merayakan peringatan Hari Kebaya Nasional dengan melakukan aksi 'Kebaya on The Street' di Jalan Mataram (Jl MT Haryono) Semarang.

Redaksi |Sigit Kurniawan
Warga Semarang peringati Hari Kebaya Nasional dengan aksi Kebaya on The Street
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sekitar 30 anak-anak, para ibu, dan para dalang wayang kulit merayakan peringatan Hari Kebaya Nasional dengan melakukan aksi 'Kebaya on The Street' di Jalan Mataram (Jl MT Haryono) Semarang.

Dengan mengenakan kebaya dan berkain jarit, anak-anak usia SD, kemudian para ibu, dan beberapa anggota Persatuan Pedalangan Indonesia berjalan di trotoar Jalan Mataram sepanjang sekitar 100 meter. Bahkan beberapa remaja putri dan anak-anak ada yang membawa payung kertas tradisional untuk melengkapi penampilan busana kebaya mereka.

Kemudian secara berurutan mereka memasuki Gedung Klub Merby, sebuah tempat untuk belajar aneka budaya Nusantara dan juga tempat belajar anak-anak.

Di halaman tengah, mereka kemudian menari bersama dengan iringan tembang iringan gamelan Gugur Gunung karya mendiang Ki Narto Sabdo, seorang dalang legendaris asal Semarang.

Grace Susanto, penggagas Kebaya on The Street menjelaskan bahwa ia ingin mengajak anak-anak dan masyarakat untuk mencintai budaya sendiri dengan mengenakan kebaya untuk busana sehari-hari.

"Thema yang kami angkat tahun ini dalah mengenakan Kebaya Ndesa. Semoga masyarakat kita makin suka mengenakan kebaya, sarung, maupun penutup kepala Nusantara yang merupakan budaya kita," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Rabu (24/7).

Sementara itu Henny Kidawati Djatmiko mengaku mulai mengenakan kebaya sejak tahun 2012.

"Busana yang simpel dan saya merasa anggun dengan berkebaya. Oleh karena itu jika ada acara keluar rumah, saya pasti berkebaya. Bahkan saya dikenal dengan Henny Kebaya," tuturnya.

Busana Nusantara, kebaya bagi wanita, masih dikenakan oleh para aparatur sipil negara di Jawa Tengah sebagai seragam wajib satu hari dalam lima hari kerja. Sementara untuk para pelajar kebaya mereka kenakan pada Peringatan Hari Kartini dan pada acara-acara tertentu.

Yang pasti, busana kebaya tetap dikenakan para upacara adat pernikahan maupun acara budaya lainnya di Jawa Tengah.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire