Ribuan hektare sawah di Kecamatan Secanggang alami kekeringan
Ribuan hektare areal persawahan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mengalami kekeringan dampak dari curah hujan yang sangat minim. Hal itu disampaikan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Secanggang Warisanta Sembiring, Rabu (24/5).

Elshinta.com - Ribuan hektare areal persawahan di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mengalami kekeringan dampak dari curah hujan yang sangat minim. Hal itu disampaikan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Secanggang Warisanta Sembiring, Rabu (24/5).
Sedikitnya 3.400 hektare luasan sawah di Kecamatan Secanggang merupakan sawah tadah hujan. Sementara dua minggu belakangan hujan tidak ada turun. Sehingga mengakibatkan petani terancam gagal tanam dan gagal panen
Koordinator BPP Secanggang Warisanta Sembiring menyebutkan, saat ini penyuluh pertanian lapangan (PPL) sedang melakukan pendataan dan pemetaan luasan sawah yang kekeringan. Sehingga belum tahu jumlah pastinya luasan sawah yang terdampak kekeringan tersebut.
"Sampai hari ini PPL kami masih melakukan pendataan di lapangan, terkait sawah yang kekeringan tersebut, jadi belum bisa kami sebutkan jumlah hektare nya," terang Warisanta seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (24/7).
Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Djunaidi mengatakan, ada 10 desa yang sudah melakukan penanaman padi dari 14 desa yang memiliki areal persawahan di Kecamatan Secanggang.
"Petani sudah melakukan penanaman padi setengah bulan yang lalu, namun bila dalam dua minggu kedepan ada curah hujan dengan intensitas tinggi maka tanaman padi akan hidup, tapi bila sampai dua minggu kedepan tidak ada hujan maka terancam gagal panen," katanya.
Diketahui ada empat desa yang belum melakukan penanaman di musim tanam saat ini yakni Desa Sungai Ular, Desa Kebun Kelapa, Desa Tanjung Ibus dan Kelurahan Hinai Kiri. Hamparan sawah seluas 943 hektare di empat desa tersebut yang berada dalam satu hamparan itu juga tidak ada air. Sehingga petani belum melakukan penanaman padi.
Penelusuran Elshinta di sejumlah desa ada sebagian sawah yang memang ada airnya namun itu areal persawahan yang berada dekat dengan anak sungai, atau sumber air lainnya, kemudian ada juga sawah yang sengaja di isi air dengan mesin, namun itu dirasa menambah biaya produksi dan tidak semua petani mampu melakukan hal itu.