Sthala Ubud Village Jaz Festival 2024 digelar, hadirkan musisi kelas dunia
Ubud Village Jaz Festival (UVJF) ke-11 akan diadakan di STHALA Ubud Porfolio Hotel pada tanggal 2 hingga 3 Agustus 2024.

Elshinta.com - Ubud Village Jaz Festival (UVJF) ke-11 akan diadakan di STHALA Ubud Porfolio Hotel pada tanggal 2 hingga 3 Agustus 2024.
UVJF diawali dengan konser jazz kecil dan sesi jam session sebagai bagian dari kolaborasi antara Yuri Mahatma dan Anom Darsana, yang kemudian, bersama-sama, berkomitmen untuk membuat Festival Jazz Internasional.
Dan sejak saat itu hingga sekarang, UVJF telah berkembang dan terselenggara 11 tahun berturut-turut sejak festival pertamanya diadakan pada tahun 2013 (kecuali tahun 2020 karena pandemi).
Menurut panitia UVJF 2024, Anom Darsana, salah satu alasan memulai UVJF adalah karena kegelisahan para insan kreatif, untuk menciptakan festival berkualitas, berstandar internasional dan disegani yang 100% didukung dan dijalankan oleh para jenius lokal Bali yang juga mengedepankan kesadaran edukatif, inspiratif, dan tingkat apresiasi kepada para penonton kami.
"Festival kami bukankah melulu bisnis. Karena bagi kami, komitmen dalam hal kualitas selalu menjadi yang utama,” kata Anom dalam keterangan tertulis yang diterima Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (29/7).
“UVJF adalah platform untuk mengekspresikan komitmen kuat kami terhadap ide dan konsep. Dan itulah yang membuat kami sangat Unik”, kata Yuri Mahatma selaku penyelenggara.
Menurut Yuri, ada satu keunikannya adalah bahwa UVJF sejak awal berdiri sebagai satu-satunya festival Jazz di Indonesia yang hanya mengusung musik jazz.
“Kami perlu selalu mengedukasi masyarakat dan memperkenalkan kembali jazz. Jazz adalah bentuk musik yang membutuhkan tingkat apresiasi tertentu dari para penonton untuk menikmatinya” kata Yuri Mahatma yang juga seorang musisi.
"Bagi seorang musisi jazz, hakikat jazz adalah kebebasan melalui improvisasi. Improvisasi berarti interpretasi. Untuk bisa
menafsirkan, kita perlu terliterasi tentang beberapa topik,” tambahnya.
“Topiknya, sejarahnya, filsafatnya, dan sebagainya itu tidak mungkin seseorang bisa mengaku dirinya musisi jazz hanya karena ia bisa memainkan beberapa lick yang bagus. Dan hakikat ini bisa dianalogikan dengan kehidupan secara umum,” sambungnya
Anom Darsana menambahkan, jazz memang kompleks dan canggih, tetapi tetap saja ia adalah musik. Bukan matematika atau ilmu roket sains. Ia tetap harus menjaga hubungan emosional dengan para pendengarnya.
Artis-artis UVJF tahun ini diisi oleh talenta-talenta luar biasa dari dalam dan luar negeri: Adien Fazmail Quinteto (Indonesia), Benny Irawan Trio (Indonesia), Claude Diallo bersama Indra Gupta dan Gustu Brahmanta (Swiss-Indonesia), Collective Harmony (Indonesia), Eric Chong Trio bersama Kanhaiya (Hongkong-Indonesia), FAWR (Indonesia).
Kemudian Galaxy Bigband (Indonesia), Jazz Centrum (Indonesia), New Centropezn (Rusia), Noe Clerc Trio (Perancis), Rodrigo Parejo Quartet (Spanyol-Indonesia), Simone Prattico Trio (Italia), Uwe Plath Quartet (Jerman), Zagorski-Skowronski Project feat. Kajetan Galas (Polandia).
Sebuah perpaduan dari Musik Jazz yang Hebat, kualitas audio yang luar biasa, dan tata letak tempat yang mengagumkan adalah salah satu aspek yang membuat UVJF layak ditunggu.