Bagi-bagi Nasi Goreng Magelangan gratis di Pasar Raya Magelang diwarnai kericuhan
Ribuan masyarakat berebut nasi goreng 'Magelangan' yang dibagikan secara gratis oleh Pemkot Magelang, Kamis (1/8/2024) sore. Bagi-bagi gratis nasi goreng ini digelar dalam event Pasar Raya Magelang (PRM) 2024 di Alun-alun setempat.

Elshinta.com - Ribuan masyarakat berebut nasi goreng 'Magelangan' yang dibagikan secara gratis oleh Pemkot Magelang, Kamis (1/8/2024) sore. Bagi-bagi gratis nasi goreng ini digelar dalam event Pasar Raya Magelang (PRM) 2024 di Alun-alun setempat.
Hanya saja, event yang dituggu-tunggu ini sempat ricuh. Warga berebut nasi goreng dengan tidak sabar dan menyebabkan banyak nasi yang tumpah, terinjak-injak dan tercecer. Meja yang digunakan untuk menampung nasi goreng juga bergelimpangan.
Kericuhan terjadi karena ada miskomunikasi. Warga berebut nasi goreng sebelum panitia mengumumkan untuk memulainya. Saat mendengar ada aba-aba dari MC, warga segera menyerbu. Padahal, saat itu MC memberi aba-aba tanda dimulainya demo memasak nasi goreng oleh para pejabat Forkompimda.
"Tapi oleh warga dimaknai itu aba-aba untuk dimulainya mengambil nasi goreng. Ini hanya mis komunikasi. Tidak apa-apa, yang penting warga senang dan bahagia dan ceria," kata Kepala Divisi Operasional Pasar Raya Magelang, Gawa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (2/8).
Ia juga menilai kejadian itu karena warga sangat antusias dengan acara yang ini. Mereka bahkan sudah sejak siang datang untuk mendapatkan nasi goreng Magelangan.
Bagi-bagi nasi goreng Magelangan merupakan salah satu rangkaian kegiatan PRM, yang digelar mulai Rabu (31/7) hingga Minggu (4/8). Dipilih nasi goreng Magelangan karena kuliner ini menjadi ikon Magelang. Nasi goreng Magelangan berbeda dengan nasi goreng pada umumnya, karena ada tambahan mie kuning.
Nasi goreng Magelangan dimasak oleh pedagang nasi goreng di Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun. Setidaknya ada 8 pedagang yang ditunjuk. Masing-masing pedagang menyediakan 125 porsi, sehingga terkumpul 1.000 nasi goreng Magelangan.
Masyarakat yang datang bisa melihat secara langsung bagaimana pedagang memasak nasi goreng ini.
Rujiman (35) salah satu pengunjung mengaku senang karena berhasil menikmati nasi goreng Magelangan secara gratis. Warga Mertoyudan ini sengaja datang bersama anak dan istrinya. "Rasanya enak, ada manis, gurih dan pedas sedikit. Paling suka nasi goreng Magelangan karena ada mie kuningnya," ujarnya.
PRM dibuka oleh Walikota Magelang dr Muchammad Nur Azis pada Rabu (31/7) malam. Saat pembukaan dimeriahkan dengan tari kolosal Diponegoro dan tabligh akbar dari ustadz salim A Fillah.