BPDB Sukoharjo terima laporan dampak kemarau, 60 KK di Desa Kamal minta air bersih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sukoharjo, Jawa Tengah mulai menerima permintaan dropping air bersih untuk wilayah selatan kabupaten.

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sukoharjo, Jawa Tengah mulai menerima permintaan dropping air bersih untuk wilayah selatan kabupaten. Sekitar 60 kepala keluarga (KK) di Dusun Tugusari Desa Kamal Kecamatan Weru, Sukoharjo kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena kemarau.
Kepala BPDB Sukoharjo, Arianto Mulyatmojo mengatakan, perangkat Desa Kamal mengajukan permintaan pengiriman air bersih dari pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan warga di Dusun Tugusari beberapa waktu lalu. Sebab, 60-an KK mulai terdampak kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Sumur dalam di sekitar desa sudah tidak mampu menyuplai kebutuhan warga.
Namun, diakui Arianto, baru Desa Kamal yang mengajukan bantuan dropping air bersih, meskipun tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat desa-desa lain di wilayah selatan kabupaten ini akan mengajukan bantuan pengiriman air bersih.
"Sumur masih ada airnya tapi berkurang. Baru Desa Kamal di Dusun Tugusari yang minta kiriman bantuan air bersih," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (2/8).
Arianto menyampaikan, pengiriman pertama telah dimulai pekan ini ke Tugusari. Tiga armada tanki berkapasitas 12 ribu litar didroping ke sumur penampungan Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) terdekat. Pemanfaatan air berupa penyaluran ke rumah-rumah warga akan dikelola pihak desa. BPBD menjadwalkan dua kali droping dalam seminggu.
"Pengiriman awal ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan warga sampai tiga hari saja," ungkapnya.
Ditambahkan Arianto, tiga kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo masuk zona merah rawan kekeringan saat musim kemarau, yakni Kecamatan Bulu, Tawangsari dan Weru. Sedikitnya 17 desa diwilayah tersebut menjadi langganan krisis air bersih.
"Mudah-mudahan tahun ini kemaraunya tidak lama karena ada pengaruh La Nina dan penambahan beberapa titik sumur dalam di sejumlah titik rawan kekeringan," imbuhnya.
Pemerintah desa telah diminta memitigasi wilayah masing-masing apabila ada warga yang mulai kesulitan air bersih untuk kemudian menyampaikan laporan ke BPBD. BPBD akan menyiapkan jadwal droping air bersih sesui kebutuhan berdasarkan laporan yang masuk. Seluruh fasilitas seperti ketersediaan air bersih dan armada tanki telah disiagakan untuk penanggulangan dampak kemarau tahun ini.