Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kasus 'bullying' siswa SMKN 12 Kota Malang jadi tamparan Dindik Jawa Timur 

Mencuatnya kasus perundungan yang dilakukan AK, oknum guru agama di SMKN 12 Kota Malang pada siswa kelas XI, Rabu (31/7) lalu menjadi tamparan buat Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur.

Kasus bullying siswa SMKN 12 Kota Malang jadi tamparan Dindik Jawa Timur 
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Mencuatnya kasus perundungan yang dilakukan AK, oknum guru agama di SMKN 12 Kota Malang pada siswa kelas XI, Rabu (31/7) lalu menjadi tamparan buat Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur.

“Kita sudah mendengungkan bullying dan perundungan tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah dan kejadian ini menjadi tamparan buat kami dan menunjukkkan masih ada yang tidak memahami instruksi pak gubernur, menteri dan dinas bahwa tidak boleh ada kasus tersebut,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, el-Aris usai mengunjungi SMKN 12.

Didampingi Kadindik Pendidikan Jawa Timur Malang dan Batu, Pj. Wali Kota Batu tersebut melakukan langkah cepat.

“Kejadian ini jadi introspeksi semua dan dinas sangat perlu untuk mengingatkan ulang kembali bahwa tidak boleh ada kejadian yang sama dan jika masih ada maka konsekuensinya melakukan tindakan efek jera apalagi guru karena guru jadi tauladan siswanya,” katanya.

Dan sebelumnya pihaknya telah melalukan pertemuan dengan orang tua siswa termasuk siswa yang bersangkutan.

“Di depan orang tua siswa selaku pimpinan dinas saya minta maaf, kedepan tidak ada lagi kejadian serupa dan pada siswa saya sampaikan motivasi agar terus belajar giat,” tambahnya.

Pada awak media, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga memaparkan penanganan kasus yang viral dan terjadi di SMKN 12 Kota Malang yang dilakukan oleh oknum guru agama pada siswa kelas XI termasuk mundurnya yang bersangkutan sebagai pengajar tidak tetap di sekolah tersebut sebagai konsekwensi moral dari kasus yang viral ini.

Pj Wali Kota Batu ini mengatakan sempat melakukan pertemuan dengan orang tua korban dan siswa yang menjadi korban perundungan.

“Tadi kami bertemu dengan orangtua siswa dan siswanya secara langsung dan meminta maaf sebagai institusi atas kasus yang terjadi dan memotivasi pada siswa yang duduk dikelas XI untuk terus semangat belajarnya,” ringkas Aries.

Terkait dengan kejadian perundungan yang dilakukan oleh guru agama ke siswa sebagaimana video yang beredar telah dimediasi dan berakhir damai dan keduanya menyadari kesalahan termasuk pengunduran diri guru tersebut dari sekolah.

Sebelumnya viral di media sosial video 30 detik yang menggambarkan seorang guru agama kelas XI lakukan perundungan pada siswa yang diduga kedapatan terlambat masuk kelas.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire