Viral, warga Jakarta Timur diduga bermain judi koprok di bawah rel kereta api
Sebuah video diduga puluhan warga tengah asyik bermain judi koprok atau bola setan di bawah kolong jembatan rel kereta api beredar di media sosial.

Elshinta.com - Sebuah video diduga puluhan warga tengah asyik bermain judi koprok atau bola setan di bawah kolong jembatan rel kereta api beredar di media sosial.
Unggahan itu diunggah oleh akun Instagram @kabarjaktim berdasar laporan warga pada Sabtu (3/8).
Narasi pada video itu menuliskan bahwa lokasi perjudian berada di bawah jembatan rel kereta api Gunung Antang, tepatnya sebelum Stasiun Matraman Jakarta Timur.
Dalam video itu warga terlihat melakukan aktivitas kegiatan perjudian jenis koprok atau bola setan pada malam hari.
Para penjudi menggunakan lokasi kolong jembatan rel kereta api dengan memasang lampu neon sebagai alat penerang yang diletakkan di atas dua meja berukuran 1,5 meter x 50 centimeter
Terlihat tiga pria yang diduga bandar judi pun sibuk merapikan uang taruhan pemain yang hendak dipasang para peserta judi.
Hingga berita ini ditulis Elshinta, video itu telah ditonton 32,1 ribu dan 128 kali dibagikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunanto Hutahean mengatakan pihaknya masih mengecek kebenaran lokasi perjudian koprok yang diduga berada di wilayah hukum Polres Metro Jaktim.
"Sedang kami cek lokasinya," ujar Armunanto saat dikonfirmasi Elshinta via WhatsApp, Selasa (6/8).
Sementara Camat Matraman Bambang Pangestu mengatakan kegiatan perjudian sebagaimana dalam video yang beredar dan tengah viral di media sosial berada di wilayah Kecamatan Jatinegara.
Bambang beralasan, wilayah kawasan Gunung Antang yang merupakan lahan milik PT KAI memang terbagi dua, yakni wilayah Kecamatan Matraman dan Kecamatan Jatinegara.
"Masuk wilayah (Kecamatan) Jatinegara," kata Bambang.
Namun Kapolsek Jatinegara Kompol Chitya Intania Kusnita menampik jika lokasi perjudian itu berada di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur.
"Bukan wil (baca; wilayah) Jatinegara. Gunung anta masuk wil Matraman," kata Chitya kepada Reporter Elshinta, Heru Lianto, saat di konfirmasi via WhatsApp, Selasa (6/8)