Sebanyak 271 balita di Kabupaten Langkat teridentifikasi stunting
Pj. Bupati Langkat, Sumatera Utara, M. Faisal Hasrimy, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat Amril, menyambut tim monitoring dan evaluasi (monev) penanganan stunting di Kabupaten Langkat.

Elshinta.com - Pj. Bupati Langkat, Sumatera Utara, M. Faisal Hasrimy, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat Amril, menyambut tim monitoring dan evaluasi (monev) penanganan stunting di Kabupaten Langkat. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tindak lanjut intervensi serentak penanganan stunting yang dilaksanakan pada Juni 2024 se-Sumatera Utara, dan berlangsung di ruang pola bawah Kantor Bupati Langkat Senin (5/8).
Sekda menyampaikan, prevalensi stunting di Kabupaten Langkat saat ini berada pada angka 16,9 persen, turun dari 18,6 persen pada tahun 2022. "Ini merupakan hasil upaya bersama seluruh pihak dalam tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kabupaten Langkat," kata Sekda.
Lebih lanjut, Amril menyatakan, dari 101.364 balita di Langkat, sebanyak 91.301 balita telah diukur pada Juni 2024, dan 271 balita di antaranya teridentifikasi mengalami stunting. Pemerintah Kabupaten Langkat menargetkan prevalensi stunting sebesar 10 persen pada tahun 2024.
"Kami bersama seluruh stakeholder dan mitra akan terus melakukan pencegahan stunting, terutama melalui penimbangan dan pengukuran setiap bulan, dengan harapan target penurunan prevalensi stunting 10 persen dapat tercapai," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Selasa (6/8).
Kepala Bappeda Litbang, Rina Wahyuni Marpaung mengajak bersama-sama melakukan media mapping, analisis dan teliti, semoga data-data yang sudah ditampilkan bisa membawa perubahan untuk kedepannya.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah petugas dari Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Langkat, camat, kepala UPT Puskesmas, kepala desa, dan lurah lokus stunting, serta para pengawas PKB kecamatan se-Kabupaten Langkat.