TNI AL gagalkan penyelundupan benih lobster yang rugikan negara Rp37 miliar
Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 284.692 ekor Benih Bening Lobster (BBL) pada Selasa (6/8) pagi. Satu ekor benih lobster berkisar seharga Rp200 ribu.

Elshinta.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 284.692 ekor Benih Bening Lobster (BBL) pada Selasa (6/8) pagi. Satu ekor benih lobster berkisar seharga Rp200 ribu.
Panglima Kormada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan, ratusan ribu BBL ini rencananya akan diselundupkan pelaku menuju Perairan Kampar Riau melalui Pesisir Pulau Muda, Kecamatan Meranti, Pelalawan.
Namun upaya penyelundupan itu berhasil digagalkan Satgas Gabungan TNI AL. Pasalnya TNI AL mengamankan satu unit truk dengan barang bukti 280.000 ekor BBL yang dikemas dalam 50 box stryfoam.
"Pertama di Pekanbaru. Itu ditangkap di jalan dan pada saat pemeriksaan karena pas larut malam ditangkapnya itu dua yang diduga memang yang mau bawa truk itu kabur. Akhirnya barang ini menjadi barang temuan," ujar Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Jakarta, Selasa (6/8) sore.
Selain itu, lanjut Denih, Satgas Gabungan TNI AL juga melaksanakan penangkapan di Jalan Raya Bekasi Timur, Jawa Barat. Di mana petugas mengamankan kendaraan dengan plat nomor M 1531 TI yang membawa 4.692 ekor BBL berjenis pasir dan mutiara.
"Kalau yang di Bekasi Timur itu dia ngangkut tapi nggak tau barangnya siapa," terangnya.
Lebih lanjut Denih menerangkan dari hasil penyelundupan benih lobster tersebut diduga merugikan negara hingga Rp 37 miliar.
"Total 2 posisi tadi itu lebih dari Rp 37 miliar. Yang dengan angka 1 ekor BBL dijual di luar itu seharga 200 ribu," terangnya.
Kini TNI AL tengah melakukan penyegaran terhadap ribuan benih lobster yang diamankan dan setelahnya kembali dilepas ke habitatnya.
"Kita (TNI AL) tengah melakukan penyegaran agar bisa tetap hidup, karena butuh udara. Kita tindaklanjuti untuk dilepasliarkan kembali," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Rabu (7/8).