Hindari kemacetan, UB berlakukan hybrid dalam PKKMB
Tidak ada yang istimewa pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB) tahun 2024 Universitas Brawijaya (UB) yang mulai digelar 12-14 Agustus 2024 yang diikuti 14 ribu mahasiswa baru 2024.

Elshinta.com - Tidak ada yang istimewa pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (PKKMB) tahun 2024 Universitas Brawijaya (UB) yang mulai digelar 12-14 Agustus 2024 yang diikuti 14 ribu mahasiswa baru 2024.
“Tahun ini UB mengusung tema Membangun Karakter Mulia dan Green Innovation untuk Indonesia Emas 2045,” ungkap Rektor UB, Prof. Widodo usai membuka PKKMB UB yang dipusatkan di Kampus UB yang beralamatkan di Jl Veteran, Kota Malang.
Didampingi Direktur Direktorat Kemahasiswaan Dr. Sujarwo, SP., MP, Rektir UB menjelaskan pada hari pertama sekitar 14.821 mahasiswa baru akan melakukan kegiatan upacara pembukaan secara bersama-sama di lapangan rektorat.
"Setelah melaksanakan opening ceremony, sekitar 5.000 mahasiswa akan di mobilisasi menuju tiga gedung, yaitu GOR Pertamina, Auditorium, dan Samantha Krida. Sisanya sekitar 10.000-an mahasiswa akan kembali ke rumah masing-masing untuk mengikuti kegiatan secara daring. Hari berikutnya mahasiswa baru dengan kloter baru akan mengikuti kegiatan secara luring di tiga lokasi tersebut," katanya.
“Kita lakukan PKKMB secara hybrid bertujuan agar tidak terjadi keresahan di masyarakat karena kemacetan yang ditimbulkan kegiatan pengenalan mahasiswa baru UB. Jika dilaksanakan secara luring penuh maka menimbulkan keresahan kemacetan di masyarakat. Dan kemacetan akan terjadi nyaris satu minggu penuh karena PKKMB yang dilaksanakan selama tiga hari di tingkat universitas akan dilanjutkan dengan kegiatan di fakultas pada (15/8-18/8/2024)," jelasnya.
Sementara itu, Kapel RABRAW 2024 Muhammad Zaki Ibrahim mengatakan pada PKKMB kali ini kegiatan baru yang akan ditunjukkan bertema lingkungan.
Oleh karena itu, salah satu tokoh atau pembicara yang mengisi materi adalah dr. Gamal Albinsaid yang menginspirasi dalam aspek lingkungan melalui Bank Sampah.
"PKKMB tahun ini diisi dengan selebrasi perdamaian dunia yaitu Brawijaya stand for peace and humanity. Dan kebetulan case yang diangkat adalah kebebasan Palestina," tandasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Senin (12/8).