Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kisah inspirasi para Srikandi Bulog mengisi kemerdekaan dalam mengantarkan kebaikan

17 Agustus merupakan hari kemerdekaan Indonesia. Tak heran jika bertemu tanggal 17 Agustus, seluruh warga negara Indonesia merayakan hari kemerdekaan tersebut dengan sukacita.

Kisah inspirasi para Srikandi Bulog mengisi kemerdekaan dalam mengantarkan kebaikan
X
Inspirasi bagi generasi muda perempuan, yang bercita-cita untuk mencapai kesuksesan dalam karir mereka tanpa mengenal stigma dan batas. (foto: ist)

Elshinta.com - Jakarta -17 Agustus merupakan hari kemerdekaan Indonesia. Tak heran jika bertemu tanggal 17 Agustus, seluruh warga negara Indonesia merayakan hari kemerdekaan tersebut dengan sukacita.

Upacara menyambut hari kemerdekaan dan mendoakan jasa para pahlawan yang berjuang mengorbankan jiwanya demi kemerdekaan Indonesia, selalu dikumandangkan di negeri ini.

Mengisi kemerdekaan, banyak cara dilakukan. Tidak hanya pria, tapi dapat juga dilakukan kaum wanita.

Di antaranya, inspirasi dari kaum perempuan hebat yang berjuang di berbagai sektor, termasuk di dunia bisnis rantai pasok pangan yang cenderung masih didominasi kaum pria.

Salah satu contoh inspiratif datang dari dua sosok Srikandi Bulog, yaitu, Sonya Mamoriska Harahap, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan, serta Febby Novita, Direktur Bisnis.

Melalui kisah mereka, kita dapat belajar tentang dedikasi, kesetaraan gender dalam bekerja dan semangat kemerdekaan untuk terus meningkatkan jenjang karir tanpa batas.

“Saya pulang ke Indonesia untuk meniti karir setelah menamatkan pendidikan S2 di luar negeri karena terinspirasi dengan pengabdian almarhum ayah saya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Saat awal bergabung di Perum Bulog pada tahun 1998, saya bergabung di bagian pengadaan barang luar negeri. Setelah tamat, saya dipercaya mengepalai bidang Informasi Teknologi (IT) sesuai dengan latar belakang pendidikan saya Kemudian melanjutkan pendidikan S3 manajemen strategis di Indonesia dan akhirnya saya dipercaya untuk mengepalai direktorat transformasi & hubungan kelembagaan,” ujar Sonya.

Sonya meneruskan karirnya dengan tekad yang kuat untuk berkontribusi pada perusahaan yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional.

Dengan latar belakang yang solid dalam manajemen strategis dan memiliki pengalaman saat Perum Bulog bertransformasi dari Lembaga Pemerintah Non Departemen lalu menjadi Perum di bawah Kementerian BUMN, ia saat ini memimpin Perum Bulog untuk melakukan transformasi kembali setelah 57 tahun berdiri.

“Saya pernah bekerja di perusahan asing di Amerika Serikat setelah menempuh pendidikan S1 dan terpacu untuk lebih mendalami ilmu bisnis sampai ke jenjang pendidikan S2 ke Australia, berharap bisa membawa suatu transformasi digital di Perum Bulog,” imbuh Sonya.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa walaupun Perum Bulog sudah berdiri lebih dari 50 tahun, tapi tetap bisa mengikuti dan menerapkan perkembangan teknologi sesuai kemajuan zaman.

Di sisi lain, Febby Novita memiliki peran sentral dalam mengembangkan strategi unit bisnis komersial Perum Bulog yang berfokus pada diversifikasi dan inovasi.

Melalui pendekatan yang kreatif dan berkesinambungan, Febby telah berhasil memposisikan Perum Bulog sebagai pemain kunci pada pangsa pasar beras premium dan memperluas jejaring ritel Rumah Pangan Kita (RPK).

Saat ini sudah lebih dari 20.000 RPK milik masyarakat yang hadir di berbagai provinsi di Indonesia.

“Saya mulai bergabung di Perum Bulog sejak 27 tahun yang lalu, dari posisi staff sampai pada akhirnya di posisi sekarang ini. Hal yang paling membanggakan selama bekerja di Perum Bulog adalah mengantarkan kebaikan melalui pembagian beras sampai ke pelosok daerah yang sulit terjangkau. Ini adalah tugas mulia,” ujar Febby.

Dalam karirnya di Perum Bulog, ia telah memperkenalkan berbagai produk komersial baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga memperkuat citra Perum Bulog sebagai perusahaan yang inovatif.

Tantangan utama dalam pekerjaannya adalah bagaimana menjaga relevansi produk Perum Bulog di tengah perubahan preferensi konsumen dan persaingan yang semakin ketat.

Salah satu inisiatif yang dipimpin oleh Febby adalah pengembangan produk-produk berbasis pangan lokal yang dikemas dengan cara yang menarik bagi konsumen modern. Ia melihat peluang besar dalam menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi pengolahan modern untuk menciptakan produk yang tidak hanya digemari, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi konsumen.

Selain Sonya dan Febby, ada 5 Srikandi Bulog yang dipercaya sebagai Pimpinan Wilayah Perum Bulog di antaranya Elis Nurhayati, Pemimpin Wilayah Kantor Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Mersi indrayani, Pemimpin Wilayah Kantor Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ninik Setyowati, Pemimpin Wilayah Kantor Yogyakarta, Siti Mardati Saing, Pemimpin Wilayah Kantor Sulawesi Tenggara dan Sri Murniati, Pemimpin Wilayah Kantor Sumatera Barat.

Sonya, Febby, Elis, Mersi, Ninik, Siti Mardati dan Sri Murniati, merupakan inspirasi bagi generasi muda perempuan, yang bercita-cita untuk mencapai kesuksesan dalam karir mereka tanpa mengenal stigma dan batas.

Mengantarkan kebaikan dalam semangat kemerdekaan menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, ketekunan, kepercayaan diri dan semangat yang tidak pernah padam, perempuan Indonesia dapat meraih prestasi gemilang di berbagai bidang, bahkan di bidang yang banyak didominasi oleh kaum pria sekalipun.(Dd)

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire