Isu angkat tema sosial, Umbara Brothers Film dan Imperial Picture filmkan Kromoleo, legenda Jawa Timur
Kisah legenda Jawa Timur, tentang pembantaian preman era 80- an hingga era 99-an menjadi inspirasi Rumah produksi Umbara Brothers Film dan Imperial Pictures mengangkat kesebuah layar lebar bergenre horor dan berjudul Kromoleo.
Film Kromoleo dibintangi oleh aktor-aktris ternama seperti; Ratu Sofia, Tio Pakusadewo, Rukman Rosadi, Cornelio Sunny, Abun Sungkar, dan Dayu Wijanto. (foto: ist)Elshinta.com - Jakarta - Kisah legenda Jawa Timur, tentang pembantaian preman era 80- an hingga era 99-an menjadi inspirasi Rumah produksi Umbara Brothers Film dan Imperial Pictures mengangkat kesebuah layar lebar bergenre horor dan berjudul Kromoleo.
Film ini dibintangi oleh aktor-aktris ternama seperti; Ratu Sofia, Tio Pakusadewo, Rukman Rosadi, Cornelio Sunny, Abun Sungkar, dan Dayu Wijanto.
Kromoleo menggali mitos mengerikan, di mana siapapun yang bertemu dengan makhluk bernama Kromoleo dan memandang matanya, akan menemui ajal di malam yang sama.
"Ini bukan film horor pertama saya, tapi ini horor pertama saya yang mengangkat isu sosial. Kita tidak boleh melupakan sejarah. Terlalu banyak sejarah kelam, kita juga harus menggambarkan sejarah dalan keluarga yang akan mencari tau sejarah itu," ucap Anggy Umbara saat konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2024).
Anggy Umbara selaku sutradara mengatakan bahwa Kromoleo berbeda dari karya-karya horornya terdahulunya.
"Di film ini, saya lebih liar dan leluasa dalam eksekusi. Tim kami sangat solid, dan akhirnya bisa menciptakan film yang sesuai dengan passion," ungkapnya.
Salah satu perbedaan utama, adalah penggunaan teknik handheld yang memberi kesan lebih intens dan dinamis, menjauh dari konsep statis yang biasa dipakai.
Plotnya berkisar pada Zia, seorang gadis muda yang merupakan anak dari Djarot, seorang preman legendaris yang dikenal sebagai Gali.
Djarot menikah dengan putri Danang, pemimpin operasi misterius yang dikenal sebagai Petrus (Penembak Misterius).
Ketika Danang tak lagi membutuhkan Djarot dan para Gali yang dulu ia manfaatkan, diputuskan untuk membantai mereka semua.
Arwah para gali yang mati penasaran kemudian menjelma menjadi sosok menyeramkan yang membawa keranda, meneror desa-desa di sekitar Jawa Tengah dan dikenal dengan sebutan 'Kromoleo'. (Dd)




