Polisi tetapkan dua korlap demo KNPB di Jayapura jadi tersangka
Dua orang koordinator lapangan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang melakukan aksi demo di Jayapura, Papua, pada Kamis (15/8/2024) lalu ditetapkan jadi tersangka.

Elshinta.com - Dua orang koordinator lapangan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang melakukan aksi demo di Jayapura, Papua, pada Kamis (15/8/2024) lalu ditetapkan jadi tersangka.
Kelompok-kelompok KNPN ini yang menjadi pemicu terjadinya gangguan Kamtibmas di Jayapura, sehingga polisi main-main memberikan tindakan tegas pada mereka. Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya dua pria masing-masing berinisial OB dan SL yang merupakan koordinator lapangan massa aksi keramaian dari kelompok KNPB sebagai tersangka.
Wakapolresta AKBP Deni Herdiana menegaskan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintahkan oleh pihak berwenang dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 bulan penjara.
Dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada kedua pelaku terjadi pada Jumat (16/8) sore bertempat di Gedung Seni Budaya Expo Waena yang mana telah dijadikan markas oleh kelompok KNPB, yang kita tahu bersama dimana kelompok tersebut merupakan oraganisasi ilegal yang tidak terdaftar di Kesbangpol dan sering menjadi pemicu terjadinya gangguan Kamtibmas.
"Jadi mereka berkumpul dan menutup badan jalan di lokasi, dimana jalan yang diduduki merupakan akses masyarakat dan merupakan tempat umum sehingga menimbulkan gangguan Kamtibmas di tempat tersebut," ungkap AKBP Deni didampingi Kabag Ops Kompol Clief Gerald P. Duwith, Kasat Reskrim AKP I Dewa Gde Ditya Krishnanda, Sabtu (17/8/2024).
Lebih lanjut kata Wakapolresta, selaku korlap massa aksi terhadap keduanya telah dibangun komunikasi untuk segera membubarkan diri. "Kami sampaikan untuk segera bubarkan diri karena mengganggu kelancaran Kamtibmas, sudah kami berikan kesempatan juga selama satu jam, namun tidak diindahkan dan dengan terpaksa diambil langkah tegas terukur sesuai aturan dengan mengamankan kedua pelaku selaku penanggungjawab," tambahnya.
Tindakan kepolisian yang diambil dalam hal ini yakni, mendatangi olah tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP. Selain itu juga disita barang bukti dan melakukan gelar perkara usai mengamankan kedua pelaku ke Mapolresta Jayapura Kota.
"Setelah gelar perkara, keduanya dinyatakan telah cukup bukti dan langsung kami tetapkan sebagai tersangka," ujar AKBP Deni seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Senin (19/8).
Untuk diketahui pihak kepolisian tidak memberikan ijin kepada kelompok KNPB melakukan aksi keramaiannya karena organisasi tersebut ilegal, tidak terdaftar di Kesbangpol dan selalu dikuatirkan akan mengancam kamtibmas karena tujuan aspirasinya bertentangan dengan kedaulatan negara.
“Mulai kini kami juga dengan tegas melarang penggunaan atribut loreng-loreng maupun bendera yang bukan bendera Negara Indonesia," kata Wakapolresta.
Dirinya juga menambahkan, sampai hari ini pasca penangkapan OB dan SL, situasi Kamtibmas di Kota Jayapura masih tetap terjaga sehingga perayaan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia hari ini dapat berjalan aman, lancar dan meriah di Kota Jayapura.
Dikatakan, proses hukum lanjut tetap berjalan sesuai mekanisme yang ada hingga di pengadilan guna memberikan efek jera kepada para pelaku dan menjadi contoh untuk yang lainnya, Polresta Jayapura Kota beserta jajaran tidak main-main terhadap segala sesuatu yang berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas.
“Diimbau kepada masyarakat agar bersama kita terus bersinergi menjaga Kamtibmas di Kota Jayapura, pihak Kepolisian akan ambil langkah tegas bila terjadi lagi giat serupa dengan tujuan Harkamtibmas tetap terjaga di Kota Jayapura apalagi sekarang ini merupakan hari peringatan Kemerdekaan, Tindakan tegas terukur akan selalu dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," pungkas Deni Herdiana.