Angka stunting dan AKB tinggi, Alissa Wahid berikan edukasi pra nikah di Kudus
Edukasi pra nikah terus dilakukan oleh Pemkab Kudus Jawa Tengah maupun jajaran termasuk TP PKK Kabupaten Kudus.

Elshinta.com - Edukasi pra nikah terus dilakukan oleh Pemkab Kudus Jawa Tengah maupun jajaran termasuk TP PKK Kabupaten Kudus. Selain juga sosialisasi pencegahan stunting, hal ini karena angka stunting di Kabupaten Kudus masih cukup tinggi di atas rata-rata nasional yakni 15,7 persen. Demikian juga angka kematian ibu dan bayi. Dimana, data tahun 2024 sampai juni AKI terdapat 2 meninggal dan AKB sebanyak 36 meninggal.
Alissa Wahid putri KH Abdurahman Wahid yang merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian hadir sebagai narasumber dalam seminar yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut ia menjelaskan bahwa hubungan dalam keluarga tidak hanya terbatas pada hubungan suami-istri, tetapi juga mencakup 5 relasi utama yaitu, marital (suami-istri), parental (orang tua-anak), familial (keseluruhan anggota keluarga), sosial berupa interaksi dengan lingkungan dan ekologis atau pengaruh lingkungan fisik.
Menurut Alissa, kesehatan perkawinan sangat bergantung pada kekuatan fondasi hubungan, yang harus dibangun di atas pilar-pilar seperti kebaikan, dialog terbuka, dan kerelaan. Ia juga mengingatkan bahwa ada empat hal yang dapat merusak hubungan dalam perkawinan di antaranya kritik berlebihan, sikap merendahkan, sikap defensif, dan kebiasaan mengabaikan pasangan.
Untuk itu, dirinya mendorong setiap pasangan untuk selalu berkomunikasi dengan baik dan mengelola konflik dengan bijak.
Senada, Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Aini Chabibie kembali menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam pernikahan bagi calon pengantin.
"Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan langkah awal dalam membentuk keluarga yang harmonis dan sejahtera. Sehingga butuh kesiapan dalam berbagai aspek sangatlah penting untuk memastikan perjalanan hidup berkeluarga yang penuh tanggung jawab", ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (26/8).
Pihaknya juga menyoroti peran penting pendidikan pra nikah sebagai upaya preventif dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam kehidupan pernikahan. Dirinya berharap seminar ini dapat memberikan manfaat besar bagi para peserta dan menjadi bekal penting sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.