Top
Begin typing your search above and press return to search.

P3A Dam Colo Timur Sukoharjo protes jadwal penutupan pintu air maju

Petani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memprotes rencana penutupan pintu air Dam Colo di Kecamatan Nguter oleh pengelola yakni Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

P3A Dam Colo Timur Sukoharjo protes jadwal penutupan pintu air maju
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Petani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memprotes rencana penutupan pintu air Dam Colo di Kecamatan Nguter oleh pengelola yakni Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Sebab, penutupan rutin saluran irigasi primer untuk pemeliharaan ini dimajukan sekitar 15 hari dari jadwal yang biasanya dilakukan pada 1 Oktober. Penutupan Dam Colo akan berlangsung selama satu bulan penuh sejak 9 September.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Sarjanto mengatakan, sebagian lahan padi di sepanjang saluran irigasi bersumber dari Dam Colo saat ini memasuki awal masa tanam. Artinya dalam dua bulan kedepan masih membutuhkan air yang cukup untuk masa generatif bibit padi. Saluran ini menjadi sumber irigasi untuk luasan lahan sekitar 8 ribu hektare diwilayah timur Kabupaten Sukoharjo.

Dia memperhitungkan hanya lahan di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban yang terselamatkan karena sebagian besar sudah memasuki bulan kedua masa tanam. Sementara lahan di Kecamatan Bendosari hingga wilayah selatan akan mengalami kekeringan parah.

"Ya risiko paling buruk puso karena kekeringan," kata Sarjanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (27/8).

Disampaikan Sarjanto, petani telah meminta audiensi dengan BBWSBS dan mengajukan protes secara tertulis. Petani akan meminta sejumlah dispensasi terkait rencana penutupan bendungan. Diantaranya meminta penundaan penutupan pintu air saluran untuk menyelamatkan lahan padi.

Selain itu, pihak pengelol bendungan mengevaluasi jadwal penutupan tidak dilakukan pada puncak musim kemarau tetapi saat musim penghujan. Mengingat ribuan hektar lahan menggantungkan irigasi dari Dam Colo.

"Paling hanya dua kecamatan yang selamat, lainnya tidak mendapatkan air," imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, masih akan berkoordinasi dengan BBWSBS terkait kepastian jadwal penutupan pintu air Dam Colo. Hal itu dilakukan mengingat kondisi sekarang musim kemarau petani sangat membutuhkan pasokan air. Ribuan lahan awal masa tanam perlu diselamatkan. Sementara banyak pemilik lahan saat ini mulai menggunakan pompa air untuk memenuhi kebutuhan air irigasi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire