Protes represif aparat, mahasiswa UIN RM Said Surakarta gelar aksi
Dua ratusan massa gabungan organisasi kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar unjuk ras di halaman DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah. Aksi mahasiswa ini tetap menyuarakan tuntutan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendaftaran Pilkada.

Elshinta.com - Dua ratusan massa gabungan organisasi kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar unjuk ras di halaman DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah. Aksi mahasiswa ini tetap menyuarakan tuntutan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendaftaran Pilkada.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa menyampaikan kekecewaanya terhadap presiden Joko Widodo dan aparatur negara yang dinilai bertindak represif. Hal tersebut merujuk pada aksi polisi dan tim keamanan yang melakukan kekerasan terhadap massa pengunjuk rasa di Semarang belum lama ini.
Para pengunjuk rasa juga menduga, aksi mahasiswa hari ini mendapatkan perlakuan yang sama dari pihak kepolisian. Massa dihalang-halangi menggelar aksi di DPRD, sebab saat massa tiba, aparat sudah bersiap menyambut dengan barikade sejak memasuki halaman DPRD.
"Aparat dan polisi represif pada pengunjuk rasa dan hal itu terjadi dibanyak tempat. Ini buktinya, kami dihalang-halangi masuk ke rumah rakyat," ungkap salah satu orator seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (28/8).
Aparat memang melakukan lokalisir aksi mencegah massa masuk ke gedung DPRD. Mahasiswa kemudian berusha menembus pagar betis petugas dari sekitar germang hingga mendekati lobby kantor. Sepanjang upaya massa masuk ke gedung, pengunjuk rasa terus berorasi dan meneriakkan revolusi melawan provokasi petugas keamanan. Salah satu pengunjuk rasa berinisiatif menembus barikade dengan mendorong mobil komando diikuti massa di belakangnya.
Massa saat ini masih ditahan di sekitar tiang bendera, tepat di depan lobby kantor DPRD. Sejumlah perwakilan aksi nampak melakukan negosiasi meyakinkan polisi agar diizinkan masuk gedung dengan berjanji dan menjamin aksi berjalan damai serta tidak ada aksi perusakan fasilitas kantor. Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit memimpin langsung pengamanan aksi mahasiswa.
Sejumlah perwakilan mahasiswa ditemui oleh Ketua DPRD Sukoharjo, Kapolres dan Komandan Kodim (Dandim) 0726 Letkol Czi Slamet Riyadi guna menerima aspirasi pengunjuk rasa. Sepanjang audiensi, ratusan massa lainnya tetap berorasi di akses lobby kantor tetapi tidak sampai masuk gedung. Tetapi massa terus berusaha merangsek barikade petugas dan masuk ke gedung.