Top
Begin typing your search above and press return to search.

RI waspadai cacar monyet (MPox), ini gejalanya

Kementerian Kesehatan menyatakan pemerintah telah melakukan upaya preventif dan promotif untuk mencegah penularan dan penanganan cacar monyet (Mpox) yang telah dinyatakan WHO sebagai kedaruratan kesehatan global. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menyatakan, penyakit yang tengah mewabah di sejumlah negara di Afrika tersebut dapat dikenali dari adanya bercak-bercak atau ruam di bagian tubuh. Namun ada gejala yang khas yakni pembesaran di kelenjar leher.

RI waspadai cacar monyet (MPox), ini gejalanya
X
sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan menyatakan pemerintah telah melakukan upaya preventif dan promotif untuk mencegah penularan dan penanganan cacar monyet (Mpox) yang telah dinyatakan WHO sebagai kedaruratan kesehatan global.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menyatakan, penyakit yang tengah mewabah di sejumlah negara di Afrika tersebut dapat dikenali dari adanya bercak-bercak atau ruam di bagian tubuh. Namun ada gejala yang khas yakni pembesaran di kelenjar leher.

"Demam tinggi biasanya di atas 38 derajat celcius, panas tinggi, sakit kepala luar biasa, sakit-sakit seluruh tubuh, dan yang paling khas adalah terjadi pembesaran di kelenjar leher. Ini gejala awal atau masa invasi, setelah 3-5 hari baru masuk ke masa erupsi, mulai timbul bercak2 ruam2 di tangan muka tubuh, bahkan di tubuh, inilah yang paling menular, itu khas banget, kalau kita tahu itu dulu cacar, ya seperti itu," terang Syahril kepada Radio Elshinta Rabu (28/08/2024).

Syahril juga menjelaskan penularan penyakit cacar monyet dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita. Berdasarkan data dari negara-negara yang mengalami wabah Mpox, mayoritas penderita cacar monyet adalah laki-laki, di mana 60,6 % adalah kelompok penyuka sesama jenis.

"Orang itu bisa tertular kalau kontak langsung dengan penderita, bisa berjabat tangan, bergandengan, berpelukan, berciuman atau tidur bersama, ini harus dihindari. Namun di luar itu ada orang yang bisa terinfeksi, tidak selalu laki dengan laki, kelompok yang lain pun bisa tertular," papar Syahril

Syahril mengimbau masyarakat yang merasakan gejala-gejala cacar monyet untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Syahril menjelaskan cara penularan dan tingkat fatalitas cacar monyet berbeda dengan Covid-19, sehingga penanganannya juga berbeda. Sementara vaksinasi diberikan kepada kelompok prioritas yakni tenaga kesehatan yang bertugas dan kelompok berisiko tinggi.

"Kita memberlakukannya tidak seperti Covid 19, pake semprotan atau disinfektan terhadap barang-barang penderita Covid, tetapi terhadap personal. Seseorang yang diduga memiliki gejala Mpox, harus menjalani pemeriksaan, kalau positif maka harus diisolasi," tambah Syahril

Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan telah menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk memperketat pintu-pintu kedatangan internasional, khususnya dari negara-negara sumber wabah. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi menjelang digelarnya Indonesia-Africa Forum pada 1-3 September di Bali.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dalam merespon wabah cacar monyet. Sepanjang 2024, pemerintah mencatat ada 14 kasus Mpox pada bulan Januari, Februari, Maret dan April. Namun nihil kasus pada bulan Mei dan Juni, dengan jenis strain 2B yang tidak terlalu berat dan menyebar.

"Jangan panik, galau dan sebagainya, karena tingkat kesakitan dan kematian dari Mpox ini tidak terlalu berat seperti halnya Covid yang lalu, yang penting hindari," jelas Syahril. (anr/nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire