Beregu putra - putri Indonesia sabet emas di Asian School Badminton Championship 2024
Kontingen Indonesia sukses merebut gelar juara beregu putra dan putri di Asian School Badminton Championship 2024 yang digelar di GOR Universitas Semarang, Rabu (28/8/2024).

Elshinta.com - Kontingen Indonesia sukses merebut gelar juara beregu putra dan putri di Asian School Badminton Championship 2024 yang digelar di GOR Universitas Semarang, Rabu (28/8/2024). Beregu putra lebih dahulu merebut emas setelah menumbangkan tim putra Malaysia dengan angka 3-0. Tim beregu putri harus bersusah-payah meraih emas setelah meredam ambisi tim Thailand dengan skor 3 – 2.
Pada partai pertama beregu putra, Muhammad Yusuf menang atas wakil Malaysia Datu Anif Isaac Bin Datu Asra yang mundur karena cedera pada game kedua. Yusuf menang 21-11 dan 13-4. Di laga kedua, pasangan ganda putra Indonesia Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Kennedy Tangka menang atas ganda putra Malaysia Hymns Isaiah Shim/Nixon Ang Jia Shen dengan skor 21-15 dan 21-17.
Pada pertandingan ketiga, tunggal putra Indonesia Adriel Ferdinand Leonardo menang atas Branson Hee Hek Fung. Skor beregu 3-0 membuat Indonesia meraih emas.
Pada beregu putri, Indonesia harus bekerja keras untuk meredam ambisi Thailand. Partai pertama babak final, tunggal putri Indonesia Shandy Tirani Mahesi menghadapi Kamika Patitanara.
Angka saling kejar hingga kedudukan 15 – 15. Shandy kemudian mengubah pola serangannya sehingga Kamika terkunci tidak bisa mengembangkan permainan. Shandy mengakhiri dengan 21-15. Di babak kedua, Shandy yang mulai mampu membaca kemampuan lawan akhirnya menang 21-16.
Di partai kedua, ganda putri Indonesia Angelita Magdalena Yusuf/Rasi Joase Niakhe Munajad menghadapi ganda putri Thailand Jitaphat Thanapudhit/Worakorn Chitchareon.
Di set pertama Jitaphat/Worakorn unggul terlebih dahulu dengan skor 19-21. Kemudian di set kedua Angelita/Rasi memperpanjang perjuangan mereka dengan memaksakan rubber game dengan skor 21-15. Di babak penentu, Angelita dan Rasi menang telak 21-16 atas Jitaphat/Worakorn.
Namun kemenangan 2-0 itu tidak mampu dipertahankan pada partai ketiga mempertemukan tunggal putri Indonesia Ni Ketut Winda Suryaningtias melawan Thailand Ratnacha Sompoch.
Di set pertama etut kalah 16-21. Ia membalas 21-18 di babak kedua. Namun kembali kalah tipis 19-21 di babak penentu.
Di partai keempat ganda putri Indonesia Kezia Parangin Angin/Zalfa Nazhira Hidayat bertemu dengan ganda putri Thailand Prapassorn Prueksakorn/Ratanon Jutikanjahapoln. Ganda Thailand menang 22-2- dan 23-21 atas Indonesia sehingga skor menjadi 2-2.
Partai penentu ada di tunggal ketiga Di partai terakhir tunggal putri Indonesia Fatimah Azzahra bertemu Peeraya Wechawong. Pada set pertama Fatimah menang mudah 20-10. Keunggulan ini ia pertahankan di set kedua dengan hasil akhir 21-18. Ia menjadi penentu kemenangan beregu putri Indonesia.
Ketua Delegasi Indonesia, Luluk Hadiyanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Jumat (30/8) mengatakan, “Hasil ini memenuhi target yang ditetapkan yaitu juara.”
Kejuaraan bulutangkis tingkat internasional ini diikuti oleh 120 atlet dari tujuh negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Srilanka, dan Hongkong.