Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kuatkan posyandu untuk cegah stunting di Majalengka 

Dalam upaya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah Majalengka menegaskan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting. 

Kuatkan posyandu untuk cegah stunting di Majalengka 
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam upaya memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah Majalengka menegaskan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Evi Fachlaeli menyampaikan bahwa Posyandu tidak hanya menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa/kelurahan, tetapi juga memegang peran krusial dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan sosial dasar lainnya.

“Urgensi optimalisasi peran Posyandu semakin meningkat, terutama dalam konteks penanganan stunting,” ungkap Evi kepada media, Senin (2/9.

Sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018, Evi menekankan pentingnya reposisi dan redefinisi Posyandu menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), yang diintegrasikan dengan 10 Program Pokok PKK.

“Langkah-langkah ini penting dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat desa semakin meningkat dan terarah,” ujar Evi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Senin (2/9).

Evi menyebutkan bahwa peningkatan cakupan Posyandu ILP di Kabupaten Majalengka menjadi salah satu prioritas, guna mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

Selain itu, dia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting dengan kolaborasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Evi menegaskan bahwa pelaksanaan berbagai langkah strategis harus segera dilakukan pada bulan September 2024 ini.

"Target nasional untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada akhir tahun 2024, sesuai dengan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting," tegasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire