MUI: Kedatangan Paus Fransiskus jadi pesan kepada dunia, Indonesia negara damai, rukun dan penuh toleransi
Majelis ulama Indonesia(MUI) menyambut baik hadirnya Paus Fransiskus ke Indonesia. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Dr. Cholil Nafis mengatakan merasa senang dan bahagia atas kunjungan ketiga kalinya oleh Pemimpin Agama Katolik tersebut sejak 30 tahun yang lalu. Cholil menilai kunjungan Paus kali ini merupakan momentum untuk menujukkan ke mata dunia bahwa indonesia adalah negara yang damai, rukun dan penuh toleransi.

Elshinta.com - Majelis ulama Indonesia(MUI) menyambut baik hadirnya Paus Fransiskus ke Indonesia. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Dr. Cholil Nafis mengatakan merasa senang dan bahagia atas kunjungan ketiga kalinya oleh Pemimpin Agama Katolik tersebut sejak 30 tahun yang lalu. Cholil menilai kunjungan Paus kali ini merupakan momentum untuk menujukkan ke mata dunia bahwa indonesia adalah negara yang damai, rukun dan penuh toleransi.
"Saya melihat diantara alasan kunjungan paus ke Indonesia karena kehidupan antarumat beragama yang baik dan rukun dalam dinamika kehidupan bagai pelangi yang perlu disikapi dengan dewasa perbedaan tersebut. Di Indonesia, umat Katolik juga besar dan gereja juga ikut dalam peribadatan yang menandakan toleransi cukup baik. Sehingga Ukhuwah persaudaraan antar keagamaan, antar penduduk, persaudaraan sebagai manusia terpelihara dengan baik, maka tentu ini menggembirakan yang dapat menjadi pesan kepada dunia untuk memelihara kedamaian," tegas Cholil dalam wawancara di Radio Elshinta Selasa (3/9/2024)
Lebih lanjut Cholil memandang undangan lintas agama untuk hadir pertemuan bersama Paus Fransiskus merupakan simbol bahwa agama dapat menjadi perekat, sekaligus menyatukan spirit kebangsaan sebagaimana Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa.
"Agama bukan menjadi potensi konflik, melainkan menjadi persatuan. Kerukunan bukanlah meninggalkan agama melainkan memeluk dan memahami agama dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama masing-masing. sehingga banyak yang salah paham soal agama bahkan sampai fobia di beberapa negara," ujar Cholil
Cholil juga menyampaikan MUI telah menerima undangan resmi dan menyatakan siap hadir dalam pertemuan dengan para tokoh antaragama di Masjid Istiqlal Jakarta.
Diketahui Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia dan sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September 2026. Selama di Indonesia Paus Fransiskus akan melakukan kegiatan kenegaraan seperti pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, pejabat pemerintahan dan korps diplomatik, serta kegiatan keagamaan seperti melakukan pertemuan dengan tokoh agama dan antaragama. (Der/Nak)