Sejak 2021, BRGM telah merehabilitasi 2.503 hektare mangrove di Langkat
Sebagai pemilik ekosistem mangrove terluas di dunia, hutan mangrove yang ada di Indonesia menyimpan berbagai potensi luar biasa dalam keseimbangan ekosistem pesisir.

Elshinta.com - Sebagai pemilik ekosistem mangrove terluas di dunia, hutan mangrove yang ada di Indonesia menyimpan berbagai potensi luar biasa dalam keseimbangan ekosistem pesisir. Berdasarkan peta mangrove nasional luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 3.34 juta hektare. Mangrove berfungsi sebagai tempat berkembang biak biota laut, mencegah terjadinya abrasi pantai, serta mampu menyimpan stok karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis.
Kemampuan mangrove dalam menyimpan cadangan karbon, sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca tahun 2030. Pemerintah Indonesia memiliki target yang ambisius untuk rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare di 9 provinsi prioritas, melalui Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) hingga tahun 2024.
Percepatan rehabilitasi mangrove ini, tak terlepas dari peran berbagai pihak. Dalam hal ini, BRGM merangkul Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggelar sosialisasi percepatan rehabilitasi mangrove serta perencanaan perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diruang pola Kantor Bupati Langkat jalan Proklamasi, Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat, (30/8/2024) lalu.
Plh Deputi Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRGM, Suwignya Utama menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana sinergitas antara BRGM Kementerian/Lembaga, NGO, pemerintah daerah dan masyarakat, agar rehabilitasi mangrove berjalan optimal. Kondisi hutan mangrove di Kabupaten Langkat cukup luas dengan mangrove existing seluas 20.606 hektare yang terdiri dari mangrove lebat seluas 14.593 hektare, mangrove sedang seluas 4.498 hektare, dan mangrove jarang seluas 1.515 hektare.
"Dengan mangrove potensial guna di rehabilitasi seluas 4.589 hektare, yang terdiri dari area terabrasi, lahan terbuka, tambak, dan tanah timbul," kata Suwignya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (4/9).
Sejak tahun 2021 BRGM telah berhasil melaksanakan rehabilitasi mangrove melalui penanaman dan pemeliharaan di Kabupaten Langkat seluas 2.503 hektare. Pelaksanaan ini menggunakan beberapa pendekatan diantaranya pendekatan kelembagaan melalui Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM). Serta kegiatan edukasi dan sosialisasi melalui kurikulum muatan lokal mangrove tingkat SMA, serta Sekolah Lapang Masyarakat Mangrove (SLMM).
Kepala Kelompok Kerja Wilayah Sumatera BRGM Sumidi menjelaskan, selain itu pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove BRGM juga mendapat dukungan dari mitra luar negeri Bank Dunia, melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) yang mulai aktif dilakukan pada bulan Maret 2024.
"Kami mendapat dukungan berupa M4CR yang dilaksanakan untuk tahun 2024 ini. Kami bersama beberapa stakeholders sudah melakukan sejumlah kegiatan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang menjadi sasaran M4CR kemudian padiatapa masyarakat untuk dilakukan rehabilitasi mangrove," ujarnya.
Asisten Administrasi, Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat Sukhyar Mulyamin mewakili Pj Bupati Langkat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Hutan mangrove di Kabupaten Langkat ini sangat luas, telah terjadi juga kerusakan mangrove di beberapa wilayah yang perlu dilakukan rehabilitasi dengan pendekatan sosial dan ekonomi.
"Melalui kegiatan ini tentunya banyak menuai manfaat untuk membuka kesadaran dan memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kelestarian mangrove," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat Donny Setha yang menghadiri kegiatan itu mendukung penuh kegiatan ini karena dirinya yakin program ini dibutuhkan Kabupaten Langkat, salah satu kabupaten dengan luas mangrove terbesar di Sumatera Utara.
"Kegiatan rehabilitasi mangrove ini bisa berdampak baik kepada masyarakat, meningkatkan perekonomian, mengatasi permasalahan alam yang ada, kami mendukung penuh kegiatan ini," pungkasnya.