Dinkes Brebes: Hasil uji lab, pasien dinyatakan negatif Mpox
Dalam keterangan pers yang disampaikan, pihak Dinas Kesehatan mengonfirmasi bahwa hasil laboratorium dari pasien tersebut menunjukkan bahwa ia tidak terinfeksi virus Mpox, melainkan hanya mengalami cacar air biasa.

Elshinta.com - Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik, akhirnya Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kondisi salah satu pasien yang sebelumnya dikabarkan terpapar virus Mpox. Dalam keterangan pers yang disampaikan, pihak Dinas Kesehatan mengonfirmasi bahwa hasil laboratorium dari pasien tersebut menunjukkan bahwa ia tidak terinfeksi virus Mpox, melainkan hanya mengalami cacar air biasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, melalui kepala bidang P2P Dr. Ignatius adhi pujo astowo.menyatakan bahwa pasien yang dimaksud telah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium yang ketat dan saat ini pasien masih dirawat di RSUD Brebes.
Dr. Ignatius, menjelaskan bahwa pasien yang dimaksud telah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium yang ketat. "Kami ingin memastikan bahwa informasi yang kami sampaikan akurat dan berdasarkan data yang valid. Setelah hasil laboratorium keluar, kami dapat menegaskan bahwa pasien tersebut negatif terpapar virus Mpox," ungkapnya.
Proses pemeriksaan dilakukan di laboratorium dan menggunakan metode yang sesuai untuk mendeteksi virus yang bersangkutan. Hasil ini tentunya memberikan kelegaan tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi masyarakat Brebes yang sempat khawatir akan kemungkinan penyebaran virus tersebut. Dinas Kesehatan berharap agar informasi yang beredar sebelumnya tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan.
Pasien yang dinyatakan positif cacar air biasa telah mendapatkan penanganan medis yang sesuai dan saat ini dalam kondisi stabil. Cacar air, yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, merupakan penyakit menular yang umumnya lebih ringan dibandingkan dengan infeksi virus Mpox. Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mengedukasi diri mengenai perbedaan antara cacar air dan virus Mpox.
Lebih lanjut, Dr. Ignatius menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat serta meningkatkan program sosialisasi dan edukasi tentang penyakit menular.
"Kami akan memastikan masyarakat memiliki informasi yang tepat mengenai penyakit yang tengah berkembang, termasuk cara pencegahan dan penanganan yang tepat," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Rabu (4/9).
Dinas Kesehatan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta melaporkan kepada petugas kesehatan jika mengalami gejala yang mencurigakan. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk melakukan vaksinasi, terutama bagi anak-anak, guna mencegah penyebaran penyakit menular.
Dengan keluarnya hasil laboratorium ini, diharapkan stigma negatif terhadap pasien dapat dihilangkan dan masyarakat kembali fokus pada kesehatan serta keselamatan bersama. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat, agar bersama-sama bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.