Top
Begin typing your search above and press return to search.

BPBD Kota Tegal ingatkan pentingnya pendidikan dan literasi kebencanaan

Sebagai tindak lanjut atas dikeluarkannya surat edaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami, terutama di wilayah berpotensi Gempa Megathrust.

BPBD Kota Tegal ingatkan pentingnya pendidikan dan literasi kebencanaan
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebagai tindak lanjut atas dikeluarkannya surat edaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami, terutama di wilayah berpotensi Gempa Megathrust. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, Moch. Mabrur, menggarisbawahi pentingnya langkah-langkah proaktif yang perlu diambil oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Dalam wawancaranya, Moch. Mabrur menyampaikan bahwa gempa bumi dan tsunami merupakan ancaman yang tidak bisa diabaikan, terutama di daerah yang memiliki potensi geologis tinggi. "Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan adanya pemberitaan saat ini mengenai ancaman gempa bumi," ujarnya.

Dia menekankan bahwa informasi yang beredar di media harus disikapi dengan bijak dan berdasarkan fakta yang ada, sehingga tidak menimbulkan kepanikan yang berlebihan.

Mabrur menjelaskan bahwa pendidikan dan literasi bencana sangat penting untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. "Pemerintah daerah melalui BPBD akan melakukan berbagai program edukasi mengenai mitigasi bencana, termasuk pelatihan dan simulasi penyelamatan diri," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (9/9).

Dalam program ini, masyarakat diajarkan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, seperti mencari tempat yang aman, bersembunyi di bawah meja, dan memahami rute evakuasi yang telah ditentukan.

Simulasi penyelamatan diri ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Moch. Mabrur menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam mitigasi bencana.

"Dengan melakukan simulasi secara rutin, masyarakat akan lebih paham dan siap menghadapi situasi darurat," jelasnya.

Kegiatan ini juga akan melibatkan sekolah-sekolah, komite lingkungan, dan organisasi masyarakat sipil untuk menciptakan jaringan informasi yang efektif.

Selain itu, Moch. Mabrur juga mengungkapkan pentingnya komunikasi yang jelas dan terstruktur antara pemerintah dan masyarakat. "Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini mengenai kondisi geologis dan potensi bencana di Kota Tegal," katanya.

BPBD Kota Tegal juga akan aktif berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai gempa bumi yang mungkin terjadi.

Kepala BPBD berharap agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bencana, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana alam. "Dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, diharapkan masyarakat dapat saling membantu dan melindungi satu sama lain ketika bencana datang," ujarnya.

Dalam menanggapi surat edaran Pemprov Jateng, pihaknya menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya fokus pada pendidikan dan pelatihan, tetapi juga pada penyiapan infrastruktur yang memadai untuk evakuasi saat terjadi bencana. "Kami juga sedang memetakan titik-titik evakuasi dan memastikan bahwa semua akses menuju tempat tersebut dalam kondisi baik," jelasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire