Top
Begin typing your search above and press return to search.

Para duta besar negara anggota Uni Eropa siap bantu perlindungan nelayan migran Jateng

Sebanyak 18 duta besar dari anggota negara-negara Uni Eropa mengunjungi Jawa Tengah dalam dua hari ini. Pada Senin  (9/9/2024) mereka bertemu Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, dan pada Selasa (10/9/2024) mereka akan ke Tegal.

Para duta besar negara anggota Uni Eropa siap bantu perlindungan nelayan migran Jateng
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 18 duta besar dari anggota negara-negara Uni Eropa mengunjungi Jawa Tengah dalam dua hari ini. Pada Senin (9/9/2024) mereka bertemu Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, dan pada Selasa (10/9/2024) mereka akan ke Tegal. Tujuan kunjungan mereka adalah untuk menjalin kerjasama membuat kerangka hukum dan kebijakan yang berkaitan dengan tenaga kerja migran dan standar ketenagakerjaan. Khususnya yang berfokus pada sektor perikanan dan pengolahan makanan laut di Asia Tenggara.

Menurut Denis Chaibi, Dubes Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, mereka bersama ILO (Organisasi Buruh Dunia) juga berupaya melindungi hak-hak pekerja dan mendorong lingkungan kerja yang aman dan terjamin bai seluruh pekerja miram mlai dari prekrutan hingga pasca penerimaan dan akhir kontrak.

"Selain itu juga berupaya memberdayakan pekerja migran, keluarga mereka, oranisasi, dan komunitas untuk memajukan dan melaksanakan hak-hak mereka," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (10/9).

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mengakui bahwa Jateng merupakan daerah pintu gerbang keluar utama bagi para nelayan Indonesia yang bekerja di kapal-kapal asing.

"Para pekerja migran itu banyak yang berasal dari daerah lain, namun menggunakan Jateng sebagai pintu keluar," katanya.

Data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng ada dua kasus yang menimpa para pekerja migran itu pada tahun ini. Setiap tahunnya ada sekitar 50 - 70 pekerja yang bekerja ke luar negeri secara legal.

Secara global, Indonesia merupakan produsen perikanan dan akuakultur terbesar di dunia. Pada tahun 2022 total produksinya angka tertinggi sepanjang masa, yaitu 223,2 juta ton. Indonesia juga merupakan produsen terbesar ketiga yang menyumbang 7 persen dari total produksi. Dari 92,3 juta ton produk perikanan tangkap, Indonesia merupakan produsen terbesar kedua setelah Tiongkok dengan 8 persen produksi global.

Indonesia juga memiliki armada kapal penangkap ikan sebanyak 1,1 juta kapal pada tahun 2022, termasuk kapal daerah yang menjadikan armada terbesar di dunia.

Khusus wilayah Jateng, ada 17 kabupaten dan kota yang memiliki garis laut dan menjadi rumah bagi 162.000 nelayan dan 38.689 kapal penangkap ikan. Pada tahun 2023 total produksi perikanan tangkap mencapai 396.000 ton dengan nilai lebih dari Rp 7,6 triliun.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire