Wapres Ma'ruf Amin dorong kampus kembangkan penelitian dengan jadikan agama pondasi utama
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong kalangan kampus untuk melakukan riset dan penelitian sesuai kebutuhan zaman. Upaya itu menurutnya perlu dilakukan dengan menjadikan agama sebagai fondasi utama.

Elshinta.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong kalangan kampus untuk melakukan riset dan penelitian sesuai kebutuhan zaman. Upaya itu menurutnya perlu dilakukan dengan menjadikan agama sebagai fondasi utama.
"Tetap menjadikan ajaran agama sebagai fondasi utama," ujar Ma'ruf Amin saat berikan sambutannya di acara International Conference On Applier Sciences, Education, and Technology (iConASET) 2024, Univeritas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/9/2024).
Maruf berharap, inovasi yang dihasilkan kampus, dapat memenuhi tuntutan teknologi dan sosial dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral.
Ia juga menekankan pentingnya kampus membangun peluang kerja sama dengan dunia usaha. Upaya itu perlu dilakukan dalam mengaplikasikan hasil riset sekaligus menyiapkan lulusan dalam memasuki lapangan kerja.
"Kerja sama ini dapat membuka kesempatan bagi institusi untuk mendapatkan umpan balik langsung dari industri, yang berguna dalam menyempurnakan riset dan kurikulum," ujarnya.
Wapres Ma'ruf juga mendorong dunia kampus bisa menemukan sumber pendanaan dan pengembangan riset secara kreatif. Cara ini bertujuan agar penelitian, publikasi, dan inovasi yang dihasilkan kontinuitasnya semakin terjaga. "Manfaatkan keunggulan Society 5.0 untuk meningkatkan daya saing dan kualitas riset yang dihasilkan," kata Ma'ruf.
Pada kesempatan sama, Ma'ruf Amin juga menyinggung istilah Society 5.0. Sebuah isu kontemporer yang menurutnya mengubah interaksi manusia sehari-hari menjadi semakin terdigitalisasi.
Society 5.0 seperti disampaikan Ma'ruf, menyajikan teknologi kecerdasan buatan, internet of things, dan big data. Konsep ini, kata Wapres bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia, melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang lebih efisien dan terintegrasi.
"Konsep ini menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia," ucapnya.
Namun demikian, kata Ma'ruf, transformasi ini juga tidak lepas dari risiko yang mungkin muncul, seperti isu keamanan data pribadi dan penyalahgunaan teknologi.
"Di sinilah pentingnya peran lembaga pendidikan seperti UNUSA, dalam mencetak lulusan dengan pemahaman keagamaan dan akademik yang berkualitas tinggi guna menyelesaikan tantangan dunia modern," tandasnya.
Berdasarkan Global Innovation Index tahun 2023, Ma'ruf memaparkan, Indonesia berada di peringkat ke-61 dari 132 negara. Posisi Indonesia menurutnya naik signifikan sebanyak 14 peringkat dari tahun sebelumnya.
Hal itu kata Ma'ruf, menunjukkan potensi besar Indonesia untuk melahirkan karya-karya berinovasi tinggi. "Untuk itu, kampus juga harus mampu memproyeksikan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan yang tepat untuk lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun mendatang," ucap Wapres Ma'ruf. B