Upaya RSUP Kariadi dan Undip agar tidak ada lagi bullying
Anggota Komisi 9 DPR RI, Irma Chaniago mengapresiasi kejujuran RSUP Kariadi dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang atas perundungan (bullying) yang terjadi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit dr. Kariadi. Irma menyebut RSUP Kariadi dan Undip telah membentuk task force (gugus tugas) untuk mencegah perundungan agar tidak terjadi lagi seperti selama ini.

Elshinta.com - Anggota Komisi 9 DPR RI, Irma Chaniago mengapresiasi kejujuran RSUP Kariadi dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang atas perundungan (bullying) yang terjadi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit dr. Kariadi. Irma menyebut RSUP Kariadi dan Undip telah membentuk task force (gugus tugas) untuk mencegah perundungan agar tidak terjadi lagi seperti selama ini.
"Saya menfasilitasi mereka untuk bisa menjadi role model (teladan) bagi rumah sakit lain dalam membuat peraturan yang sama. Sehingga seluruh rumah sakit pendidikan, khususnya PPDS di Indonesia tidak lagi membiarkan perundungan. Dan perlu diberikan hukuman jika terjadi,” ungkap Irma saat diwawancarai Radio Elshinta, Sabtu (14/9/2024).
Berangkat dari keterbukaan RSUP Kariadi dan Undip , Irma meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengumpulkan seluruh pimpinan rumah sakit yang memiliki praktek PPDS agar membuat regulasi yang sama sehingga kegiatan perundungan dapat dihentikan. Apabila masih ditemukan, maka rumah sakit yang bersangkutan harus bertanggung jawab.
Dalam temuannya, anggota Komisi 9 ini menyebut perundungan di Undip sudah terjadi secara turun menurun dan dilakukan oleh beberapa dokter atau dosen yang bekerja di sana. Meski tidak semua melakukannya, tapi mereka (yang mem-bully) memiliki kekuatan (power).
"Perundungan telah menjadi culture. Atas kejadian ini, biar menjadi shock teraphy bagi mereka (RSUP Kariadi dan Undip). Telah diakui lalai. Kegiatan peloncoan terjadi secara berlebihan,” ungkapnya.
Irma mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turun langsung menangani kasus tersebut. Namun juga berharap kasus ini dapat dituntaskan pula di kampus-kampus lain.
Diketahui sebelumnya, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) akhirnya mengakui adanya perundungan di dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang.
Padahal sebelumnya pihak Undip membantah adanya perundungan yang terjadi pada PPDS yang membuat dokter muda Aulia Risma mengakhiri hidupnya sendiri. (Der/Ter)