Bacagub Ahmad Luthfi dengarkan curhatan petani Batang
Keluhan tentang mahalnya harga pupuk kembali mencuat dari suara petani di Desa Wonokerso, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Elshinta.com - Keluhan tentang mahalnya harga pupuk kembali mencuat dari suara petani di Desa Wonokerso, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Seorang petani bernama Dasikan, yang hanya memiliki lahan seluas seperempat hektare, merasa berat dengan harga pupuk yang mencapai Rp10 ribu per kilogram.
"Mriki awis pupuke, sekilo sedasa ewu, kula namung gadhah lemah seperempat (di sini harga pupuk mahal, sekilo Rp 10 ribu, saya hanya punya tanah luasan seperempat hektare)," ungkap pria paruh baya itu, Rabu (18/9).
Kedatangan bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke desanya memberikan secercah harapan bagi Dasikan dan petani lainnya.
Dasikan berharap Luthfi dapat membawa perubahan, terutama terkait distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi kendala.
Menurutnya, pupuk bersubsidi seharusnya dapat diakses secara merata oleh semua petani, tanpa harus menggunakan Kartu Tani.
"Mengurus Kartu Tani itu susah, prosesnya lama, dan tanah saya yang kecil ini tidak memenuhi syarat," keluh Dasikan.
Dengan nada optimis, Dasikan menyatakan harapannya kepada Luthfi.
"Saya berdoa Pak Luthfi menang di Pilkada Jateng. Saya ingin Beliau menjadi gubernur," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.
Menurut Dasikan, Luthfi adalah sosok yang perhatian terhadap petani dan diyakini dapat memberikan solusi atas masalah pupuk yang mereka hadapi.
Bagi Dasikan, Ahmad Luthfi membawa harapan baru. Seorang pemimpin yang diharapkan mampu mengatasi masalah akses pupuk bersubsidi bagi para petani kecil yang selama ini terpinggirkan.
Pertemuan singkat ini menjadi ajang menyampaikan aspirasi langsung dari petani kepada calon pemimpinnya, berharap perubahan nyata yang bisa dirasakan semua kalangan.