Lestarikan budaya, Perpustakaan Brebes lakukan penelusuran naskah kuno
Dalam upaya menerapkan dan melaksanakan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes melakukan penelusuran naskah kuno di Kecamatan Kersana. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menyelamatkan dan melestarikan nilai informasi yang terkandung dalam naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Elshinta.com - Dalam upaya menerapkan dan melaksanakan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes melakukan penelusuran naskah kuno di Kecamatan Kersana. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif untuk menyelamatkan dan melestarikan nilai informasi yang terkandung dalam naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Kegiatan penelusuran naskah kuno ini bertujuan untuk mendata dan mengidentifikasi naskah-naskah berharga yang mungkin belum terawat dengan baik. Dalam proses penelusuran, tim Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menemukan naskah-naskah yang selama ini mungkin tersimpan di rumah-rumah penduduk. Banyak dari naskah-naskah tersebut berasal dari berbagai periode sejarah, mencakup tema-tema yang beragam, mulai dari agama, adat istiadat, hingga ilmu pengetahuan.
Kepala Bidang Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Brebes Neli Silfiah mengatakan, salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah penyelamatan naskah-naskah kuno dari kerusakan yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi lingkungan, kelembaban, serangan hama, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara merawat naskah. Oleh karena itu, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes juga memberikan Pelayanan Ahli Media Naskah Kuno kepada masyarakat.
"Pelayanan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan panduan kepada individu atau kelompok yang memiliki naskah kuno, sehingga mereka dapat memahami cara yang tepat dalam merawat dan melestarikan naskah-naskah tersebut." jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (23/9).
Kegiatan penelusuran dan pelayanan ahli media naskah kuno (Filolog) ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Naskah-naskah kuno bukan hanya sekadar benda fisik, tetapi juga merupakan warisan yang membawa jejak-jejak peradaban masa lalu. Dengan demikian, upaya penyelamatan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama masyarakat untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada.
Sebagai hasil dari kegiatan penelusuran yang telah dilakukan, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes telah berhasil mengumpulkan beberapa naskah kuno yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya. Naskah-naskah ini akan diproses lebih lanjut untuk dilakukan restorasi dan digitalisasi, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa mengurangi keaslian dan nilai historisnya.
Dalam jangka panjang, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes berencana untuk mengembangkan program-program lain yang lebih komprehensif, seperti pameran naskah kuno dan seminar tentang pelestarian naskah. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Brebes dapat menjadi salah satu pusat pelestarian naskah kuno di Indonesia, serta menjadi model bagi daerah lain dalam upaya menjaga warisan budaya yang berharga ini.
"Dengan dilakukannya penelusuran naskah kuno di Kecamatan Kersana dan penyediaan pelayanan ahli media, Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan kekayaan intelektual dan budaya bangsa". tutup Neli Silfiah.