Hutan mangrove sebagai benteng alami pelindung pesisir
Indonesia merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia karena sekitar 62% luas wilayah Indonesia adalah laut dan perairan. Namun wilayah pesisir yang panjang tersebut terancam oleh perubahan iklim serta perusakan lingkungan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi wilayah pesisir Indonesia adalah penanaman mangrove yang sudah diimplementasikan di sejumlah daerah di Indonesia.

Elshinta.com - Indonesia merupakan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia karena sekitar 62% luas wilayah Indonesia adalah laut dan perairan. Namun wilayah pesisir yang panjang tersebut terancam oleh perubahan iklim serta perusakan lingkungan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi wilayah pesisir Indonesia adalah penanaman mangrove yang sudah diimplementasikan di sejumlah daerah di Indonesia.
Salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan kawasan mangrove adalah Kabupaten Tangerang, yang telah menanam lebih dari 700.000 batang pohon mangrove.
"Pengembangan kawasan mangrove berawal sejak 2015. Kabupaten Tangerang memulai program bernama Gerbang Mapan atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai yang menyasar 3 hal yaitu pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur," papar Hari Mahardika, Sekretaris Tim Kerja Pengelolaan Pesisir Terpadu (ICM) Kabupaten Tangerang dalam Program Instalk Radio Elshinta, Kamis (26/09/2024).
Lebih lanjut Hari mengatakan Kabupaten Tangerang hanya memiliki garis pantai sepanjang 51,2 km, tidak sepanjang daerah lainnya. "Kami melihat adanya potensi masyarakat yang perlu diberdayakan". Untuk mencapai 3 hal yang menjadi target program, roadmap atau peta jalan dibuat untuk memastikan rencana berjalan dengan baik yang kemudian disusul oleh pembangunan fondasi. Hari menambahkan dalam menjalankan program tersebut timnya dibantu oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB.
Hari meyakini mangrove memiliki jasa lingkungan yang beraneka ragam, diantaranya fungsi untuk menahan abrasi, menghasilkan oksigen, dan menjadi lokasi kembang biak bagi ikan dan udang.
"Alhamdulillah apa yang kami kerjakan sejak 2015 hingga tahun 2024, hasilnya membuat kami tercengang, meski penambahan pohon mangrove belum signifikan tetapi ekosistemnya perlahan pulih dan baik."
"Dua hal yang menjadi tolak ukur adalah selain abrasi berkurang, muncul hewan laut purba jenis Mimi atau Tachypleus gigas yang berkembang biak di kabupaten Tangerang," ungkap Hari.
Bahkan lanjutnya, secara ekonomi lingkungan sekitar telah pulih kembali. Tangerang yang sebelumnya dikenal sebagai kuburan budidaya udang, kini kembali bergeliat.
Hasil baik yang telah diraih kabupaten Tangerang dalam pengembangan kawasan Mangrove tidak serta merta berjalan mulus. "Diawal pemberdayaan masyarakat dengan memberi pemahaman dan pelatihan, dari 200 kelompok hanya 20 kelompok yang bertahan," jelas Hari.
Hari menyadari pemberdayaan masyarakat membutuhkan waktu yang cukup lama, dan tidak semata-mata tertarik pada ekonominya saja tetapi juga benar-benar mau membangun ekosistem. Dan telah terbukti yang telah mengikuti kita dengan baik, kami berikan hadiah berupa perjalanan Umroh, ungkap Hari.
Isu lingkungan menjadi salah satu fokus pemberitaan di Radio Elshinta. Dalam program Outlook Lingkungan di akhir tahun 2024 Elshinta akan menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang serta sejumlah stakeholder terkait. Tidak hanya itu, Elshinta juga akan melibatkan masyarakat, pelajar, dan juga tokoh pegiat lingkungan. (Dwi/Nak)