Tragedi tambang emas Solok Sumbar longsor, 15 penambang tewas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok berupaya mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di lubang bekas galian tambang, di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Kamis sore (26/09/2004). Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi menyebut ada 15 orang meninggal dunia dan 11 orang dievakuasi.

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok berupaya mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di lubang bekas galian tambang, di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Kamis sore (26/09/2004). Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi menyebut ada 15 orang meninggal dunia dan 11 orang dievakuasi.
"Kami telah menerjunkan 15 orang ke lokasi kejadian dengan peralatan evakuasi lengkap, ditambah dengan 4 motor jenis trail," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Irwan Efendi kepada Radio Elshinta Jumat (27/9/2024).
Irwan menjelaskan lokasi kejadian merupakan bekas lokasi tambang dimana masyarakat penambang diduga melewati kawasan lokasi saat terjadi longsor usai hujan deras. Irwan menambahkan evakuasi terkendala akses menuju lokasi bencana, butuh waktu sekitar 6-8 jam dengan berjalan kaki menuju lokasi.
"Kami telah berkordinasi dengan camat dan otoritas setempat untuk mengambil langkah-langkah yang strategis terhadap penanganan korban tanah longsor di lokasi kejadian," jelas Irwan.
Irwan mengatakan dirinya tidak bisa memberikan rekomendasi terkait aktivitas penambangan karena perizinan ada di Pemerintah Provinsi. "Ada 15 alat penambang disana, namun kami tidak punya kuasa melakukan penertiban. Kepolisian sudah pernah menertibkan, namun semuanya kembali lagi ke masyarakat," tutur Kalaksa BPBD Kabupaten Solok.
Irwan menegaskan dalam 1 minggu kedepan pihaknya akan berupaya maksimal mengevakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan yang masih kerap turun hujan. Upaya evakuasi melibatkan TNI/Polri, Satpol PP, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan dan dibantu oleh masyarakat setempat.
Korban merupakan masyarakat yang melakukan aktivitas pendulangan emas secara manual. Informasi sementara diduga 25 penambang terjebak tanah longsor yang terjadi pada hari Kamis sore. (26/9/2024) (Der/Nak)